38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS – Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Hujan tembakan militer Amerika Serikat pasca-pertemuan Swiss memicu runtuhnya kesepakatan gencatan senjata bersama Iran.

Insiden berdarah ini menewaskan sedikitnya 38 orang dan melukai makin dari 400 pihak korban lainnya.

Runtuhnya komitmen damai tersebut terjadi cuma berselang 1 pekan setelah kedua belah pihak menyepakati negosiasi 60 hari.

Dikutip dari Al Jazeera, krisis regional kini semakin meruncing seiring penutupan total jalur maritim internasional di Selat Hormuz.

Aksi saling balas jet tempur dan artileri berat terus membara di berbagai titik strategis Timur Tengah.

Angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menggempur helikopter serta pesawat pengintai milik militer Amerika Serikat.

Serangan agresif ini menyasar pangkalan udara Sakhir yang berlokasi di wilayah kedaulatan Bahrain.

Di sisi lain, sekutu regional mengawali merasakan dampak buruk langsung dari eskalasi bersenjata ini.

Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri Qatar menginformasikan seorang anak terluka akibat terkena serpihan peluru pecahan rudal.

Cedera tersebut terjadi saat pasukan pertahanan udara Qatar mencegat sejumlah serangan udara dari Iran.

Militer Iran melancarkan serangan drone yang menghantam pusat logistik dan pangkalan penempatan pasukan Amerika Serikat.

Operasi tersebut dikabarkan sukses membidik infrastruktur pertahanan sekutu di wilayah kedaulatan Kuwait.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi penghancuran radar sistem pertahanan udara Amerika Serikat.

Mereka juga mengklaim menghancurkan depot senjata utama serta 2 peluncur rudal taktis permukaan-ke-permukaan HIMARS.

Langkah ofensif ini menandai perluasan front pertempuran secara masif ke wilayah-wilayah negara tetangga.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *