‘Kita kan Banteng, Bukan Kerbau’, Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Komaruddin Watubun, menyerahkan tanggapan santai terkait potongan video viral yang memperlihatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjalani prosesi adat mesol kibau atau menginjak kepala kerbau saat berkunjung ke Provinsi Lampung.

Komaruddin menegaskan bahwa aksi tersebut tidak berkaitan bersama PDI Perjuangan.

Ia menekankan perbedaan simbol antara kerbau dalam prosesi adat tersebut bersama lambang banteng moncong putih milik partainya.

“Oh tidak apa-apa, kita kan bukan kepala kerbau, kita kepala banteng. Jadi tidak ada kaitannya itu. Yang dapat menerangkan urusan injak-menginjak itu kan Pak Jokowi sendiri,” ujar Komaruddin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Lebih lanjut, Komaruddin menegaskan bahwa partainya kini telah tidak lagi memiliki kaitan organisatoris bersama Jokowi.

Ia menyebut mantan Wali Kota Solo tersebut sebagai untukan dari masa lalu partai, berakibat PDIP merasa tidak perlu mencampuri atau mengomentari setiap aktivitasnya.

Tapi untuk saya, Jokowi itu masa lalu PDI Perjuangan. Jadi apapun aktivitas beliau, saya tidak mau menanggapi lantaran bukan lagi untukan dari partai kan,” tegasnya.

Terkait simbol kepala kerbau yang diinjak dalam prosesi tersebut, Komaruddin kembali menggarisbawahi bahwa hal itu bukanlah simbol partainya.

Menurutnya, kader PDIP tidak perlu bereaksi bermakinan lantaran objek dalam ritual tersebut jelas berbeda bersama lambang partai.

“Tapi bila menyangkut kepala, ya kepala menginjak kepala kerbau, ya itu kan kerbau, bukan sapi kan. Jadi tidak perlu orang PDI Perjuangan menanggapi urusan itu,” imbuhnya.

Saat ditanya makin lanjut apakah alasan tidak menanggapi lantaran yang diinjak bukan simbol banteng, Komaruddin membenarkan hal tersebut.

Ia menyerahkan peringatan tegas bahwa reaksi partai akan berbeda apabila yang diusik merupakan simbol kehormatan PDI Perjuangan.

“Bukan banteng. Kecuali yang diinjak kepala banteng, tentu kita berurusan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *