Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Berawal dari keinginan sederhana demi berjualan pakaian saat masih duduk di bangku kuliah, Yunita Fauziah Putri (28) tak sempat menyangka usaha yang ia rintis pada 2016 kini berkembang menjadi jenama fashion wanita yang mempekerjakan penjahit lokal dan menjangkau pembeli hingga luar negeri.

Di balik pertumbuhan itu, ada proses panjang, mengawali dari mencari satu penjahit rumahan, melewati pandemi, hingga membangun rumah produksi sendiri.

Usaha yang kini dikenal sebagai Dear June Official sempat memakai nama Shop at Lokal. Pada 2021, Yunita memutuskan menjalankan rebranding agar koleksi yang ditawarkan tidak cuma sebatas pakaian basic.

Namun memiliki sentuhan desain yang makin beragam. Sasaran pasarnya merupakan wanita usia 18 hingga 30 tahun bersama ciri khas motif garis (stripe) yang tetap mengikuti tren.

Jadi saat saya masuk kuliah, saya memutuskan demi mau memengawali bisnis fashion kayak gitu, sampai kini alhamdulillah dapat berjalan lancar,” kata Yunita saat ditemui di rumahnya, Senin (29/6/2026).

Meski berlatar belakang pendidikan manajemen, Yunita mengaku belajar desain secara otodidak. Inspirasi pakaian ia tuangkan melalui diskusi bersama penjahit, lalu dimodifikasi hingga menjadi produk yang sesuai bersama karakter mereknya.

Bertahan Saat Pandemi

Pandemi COVID-19 justru menjadi salah satu titik balik perjalanan usacuma. Ketika permintaan pakaian menurun, Yunita memilih mengubah strategi bersama memproduksi masker kain.

Langkah itu terbukti jitu, dikarenakan keputusan tersebut menciptakan bisnisnya tetap bertahan sekaligus menjaga arus kas korporasi.

“Jadi waktu itu kita pivot dari awalnya kita jualan baju ya, kita akhirnya mikir gimana ya caranya kita tetap berjalan bersama kondisi yang pada saat ini. Kayak gitu kita jualan masker, masker kain kayak gitu. Dan itu terjual puluhan ribu pieces, jadi cukup menolong cash flow kita juga sih,” ungkapnya.

Sejak awal, pemasaran memang dilakukan secara daring. Mulanya melalui Instagram dan WhatsApp.

Baru lalu sejak 2018, Yunita memanfaatkan marketplace bagaikan Shopee demi melebarkan promosi produk-produknya.

Menurut Yunita, kesuksesan berjualan secara online bukan cuma soal membuka toko, namun juga memaksimalkan berbagai strategi dan fitur yang tersedia.

“Jadi bila di Shopee itu sendiri enggak cuman asal upload katalog aja terus kita pasrah gitu ya tapi kita juga manfaatin seluruh fitur. Jadi tetap kita wajib punya strategi yang jelas demi gimana caranya kita dapat jualan di marketplace bagaikan Shopee,” ujarnya.

Kini produk Dear June Official tidak cuma dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, mengawali dari Jogja hingga Papua. Namun telah mengawali menjangkau pasar Singapura dan Malaysia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *