Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mendesak pihak pemerintah demi menjalankan evaluasi total terhadap desain rekrutmen calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Hal ini menyusul kabar duka meninggalnya lima orang peserta dalam rangkaian kegiatan Seleksi Penerimaan dan Pelatihan Inti (SPPI).

Pria yang akrab disapa Gus Rivqy ini menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam atas tragedi yang menimpa para peserta tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Gus Rivqy kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, program strategis pihak pemerintah demi memperkuat ekonomi desa sewajibnya tidak dibayangi oleh proses seleksi yang berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.

Ia menekankan bahwa kompetensi utama seorang manajer koperasi terletak pada aspek manajerial, integritas, dan literasi keuangan, bukan pada ketahanan fisik yang bermakinan.

Ia menyoroti durasi retret selama satu bulan yang dinilai terlalu lama untuk para calon manajer.

Saya menyaksikan retret untuk mereka itu cukup lama ya, sampai sebulan. Dan setelah itu pelatihan manajerial 15 hari. Jadi barangkali demi setelah itu dikurangi saja durasi retretnya, jangan sebulan. Akan makin baik bila difokuskan ke skema manajerial saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar pembekalan makin menitikberatkan pada praktik lapangan, magang, serta pendampingan oleh mentor profesional.

Ia mencontohkan kesuksesan negara-negara maju bagaikan Jepang, Korea Selatan (melalui gerakan Saemaul Undong), dan Belanda yang membangun koperasi melalui penguatan kapasitas SDM dan profesionalisme bisnis.

“Indonesia perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik tersebut. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan sukses apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, memahami bisnis, dan dibina secara berkelanjutan. Yang terpenting, tidak boleh ada lagi peserta yang kehilangan nyawa dalam proses menyiapkan pemimpin koperasi masa depan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *