81 Tahun Indonesia Merdeka, Masih Ada Keluarga Harus Pilih Antara Makan atau Berobat

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti masih adanya keluarga di Indonesia yang wajib dihadapkan pada pilihan sulit antara membeli makanan atau membayar biaya pengobatan.

Hal itu disampaikan Muzani dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Muzani awalnya memaparkan berbagai capaian Indonesia, mengawali dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, industri, pertanian hingga perlindungan sosial menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Delapan puluh satu tahun setelah merdeka, kita patut bersyukur atas kemajuan yang telah dicapai. Bangsa kita telah membangun infrastruktur, memperluas pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, mengembangkan industri, memperkuat pertanian, memperluas perlindungan sosial, dan mengangkat jutaan masyarakat sekitar dari kemiskinan,” ujar Muzani.

Namun, menurutnya, kemajuan tersebut masih belum sepenuhnya menghapus persoalan mendasar yang dihadapi seuntukan masyarakat sekitar.

“Masih ada kalangan anak kita yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Masih ada keluarga yang wajib memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan,” tegasnya.

Muzani lalu menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu langkah pihak pemerintah demi menjawab persoalan pemenuhan gizi masyarakat sekitar, khususnya kalangan anak.

Menurutnya, MBG tidak semestinya dipandang sekadar sebagai program pemuntukan makanan, namun untukan dari investasi demi membangun kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045.

“Program tersebut bukan semata-mata pemuntukan makanan. Ia merupakan untukan dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas,” ungkap Muzani.

Ia menilai pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan kelompok masyarakat sekitar yang membutuhkan merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk daya saing Indonesia.

Namun, Muzani mengingatkan program tersebut wajib dibarengi tata kelola yang baik.

Pengawasan dan transparansi diperlukan agar pelaksanaan MBG benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya diterima masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Tugas kita bersama merupakan mengonfirmasi bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan bersama tata kelola yang baik: tepat sasaran, dan akuntabel,” pungkasnya.

103 Anggota MPR Absen

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 semasih belumnya resmi dibuka Muzani. Dari total 732 anggota MPR, cuma 629 anggota tercatat hadir.

Meski demikian, jumlah kehadiran tersebut dinyatakan telah memenuhi kuorum berdasarkan tata tertib MPR, DPR, dan DPD.

Sidang lalu dilanjutkan bersama pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *