Sidang Tahunan MPR: Dukungan Terhadap Palestina Adalah Mandat Konstitusi, Bukan Soal Agama

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak akan berubah dan tidak didasarkan pada sentimen agama, melainkan amanat konstitusi serta sejarah bangsa yang menentang penjajahan.

Pernyataan itu disampaikan Muzani dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Dalam persoalan Palestina, sikap Indonesia tidak sempat berubah dan tidak bergeser. Dukungan atas Perjuangan Palestina bukanlah permusuhan terhadap suatu agama atau bangsa. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina berakar pada sejarah perjuangan bangsa dan konstitusi,” ujar Muzani.

Menurut Muzani, pengalaman Indonesia sebagai bangsa yang sempat merasakan penjajahan menciptakan Indonesia memiliki tanggung jawab moral demi menepis pendudukan dan kekerasan terhadap bangsa lain.

“Kita mendukung hak rakyat Palestina demi merdeka, berdaulat, dan hidup secara bermartabat di tanah airnya sendiri. Rakyat dan bangsa Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina,” tegasnya.

Tegaskan Prinsip Kedaulatan

Muzani menyebutkan dukungan terhadap Palestina juga tidak terlepas dari prinsip kedaulatan.

Setiap bangsa, menurut dia, memiliki hak menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan pihak luar.

“Kedaulatan merupakan kemampuan bangsa menentukan jalannya sendiri, menjaga wilayahnya, melindungi rakyatnya, mengelola kekayaannya, serta mengambil sikap berdasarkan kepentingan nasional dan prinsip-prinsip yang diyakininya. Konstitusi kita menyerahkan arah yang amat jelas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas dan aktif.

Indonesia, kata Muzani, memiliki mandat konstitusional demi ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Karena itu, politik luar negeri bebas-aktif berarti bebas menentukan pendirian berdasarkan kepentingan nasional. Tidak memihak salah satu blok manapun,” ungkap Muzani.

Di tengah berbagai konflik global, Muzani juga menyerukan penghentian perang sebagai jalan penyelesaian perselisihan antarnegara.

“Indonesia wajib tetap konsisten menepis perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan antarnegara. Dalam bahasa yang sederhana kerap disampaikan oleh Presiden Prabowo seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu sejumlah,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *