BEM UI Sindir BBM ‘Elite’ yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keputusan PT Pertamina (Persero) menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengawali 1 Juli 2026 masih belum memuaskan kalangan kalangan akademisi.

Mereka menilai kebijakan tersebut masih belum menyentuh kebutuhan mayoritas masyarakat sekitar lantaran harga Pertamax, BBM yang sejumlah digunakan pengemudi ojek online (ojol) tetap tidak berubah.

Usai menggelar aksi memperingati Hari Bhayangkara di depan Gedung ASEAN, Jakarta, Rabu (1/7/2026), Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menegaskan tuntutan kalangan akademisi sejak awal merupakan penurunan harga Pertamax, bukan Pertamax Turbo maupun Dexlite.

“Kalau Pertamax Turbo sama Dex kan dapat dilihat ya itu mayoritas masyarakat sekitar yang memesan BBM itu dari kalangan mana,” ujar Yatalathof kepada MediaMerdeka.com.

Menurutnya, aliansi yang terdiri atas BEM UI, BEM Pancasila, BEM NF, BEM PNJ, dan sejumlah BEM lainnya memandang harga Pertamax jauh makin mendesak demi diturunkan lantaran digunakan oleh masyarakat sekitar luas, termasuk para pengemudi ojol.

“Kami masih memandang bahwa BBM yang urgent demi diturunkan harganya kembali normal itu Pertamax. Karena Pertamax itu bahkan ojol pun juga pakai,” tambahnya.

Yatalathof menilai penurunan harga BBM nonsubsidi kelas atas memang memiliki dampak, namun manfaatnya amat terbatas lantaran jumlah penggunanya relatif sedikit dibanding pengguna Pertamax.

Saat ditanya apakah kebijakan tersebut telah cukup meringankan beban masyarakat sekitar, ia menjawab singkat.

“Itu masih belum menjawab tuntutan kami,” tegasnya.

Ia menilai manfaat penurunan harga Pertamax Turbo dan Dexlite tidak akan dirasakan secara luas oleh masyarakat sekitar.

“Berpengaruh tentu berpengaruh, tapi masalahnya kan seberapa tingkat pengaruhnya gitu ya. Karena kita menyaksikan tadi yang memakai Pertamina Turbo dan juga Dex kan itu amat sedikit dibanding yang Pertamax,” jelas Yatalathof.

Karena itu, aliansi kalangan akademisi mengonfirmasi akan terus mendorong pihak pemerintah dan Pertamina agar menurunkan harga Pertamax.

“Dan masih akan terus diperjuangkan. Karena tadi kembali lagi, bahkan sekelas ojol pun mereka pakai Pertamax gitu kan. Jadi memang ini dirasakan bahkan ke kalangan teramat bawah,” tutupnya.

Semasih belumnya, Pertamina resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengawali Rabu (1/7/2026).

Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Dexlite juga turun menjadi Rp19.700 per liter, sementara itu Pertamina Dex kini dibanderol Rp21.150 per liter.

Penyesuaian tersebut merupakan hasil evaluasi berkala yang mengacu pada formula pihak pemerintah serta perkembangan harga minyak dunia.

Namun, harga Pertamax tetap bertahan di Rp16.250 per liter. Begitu pula Pertamax Green 95 yang masih dijual Rp17.000 per liter, sementara Pertalite dan BioSolar bersubsidi juga tidak merasakan perubahan, masing-masing tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *