Kisah Siswa Sekolah Rakyat Ditayangkan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 di Lapangan Nagara Janottama, Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan bertajuk “80 Tahun Mengabdi, Polri demi Masyarakat” ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Selamat hari Bhayangkara ke-80 demi Pak Kapolri dan seluruh jajarannya, kami ingin berterimakasih atas dedikasi teman-teman dari kepihak kepolisianan, salah satunya sejumlah menolong kami di lapangan bersama aparat TNI dalam rangka penguatan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul dalam keterangannya.

Upacara diawali bersama penampilan pasukan dari tujuh resimen yang memasuki lapangan dan menyerukan yel-yel penuh semangat. Berbagai jajaran kepihak kepolisianan daerah juga mengadakan perlombaan yel-yel demi membangun kekompakan dan kreativitas personel.

Kegiatan lalu dilanjutkan bersama pemutaran video salah satu siswa Sekolah Rakyat, M. Fikri Ibrahim. Bocah berusia 6 tahun yang pada saat ini bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Sumedang.

Kisah Fikri menyentuh hati sejumlah orang, kehidupannya tidak sama bagaikan kalangan anak lainnya. Saat kalangan anak lain asyik bermain, Fikri terpaksa wajib mengais sampah, mencari botol-botol bekas yang dapat dijual kembali demi menyambung hidupnya. Video Fikri saat mencari barang di jalanan bahkan sempat viral sejumlah waktu lalu.

Semenjak masuk Sekolah Rakyat, hidup Fikri berubah, kini dia pakai seragam yang bersih, bukan lagi pakai baju lusuh dan kotor. Makan pun makin teratur dan bergizi, ditambah lingkungan yang jauh makin baik melalui pendampingan guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat.

Fikri merupakan satu dari sejumlah anak lainnya yang merasakan manfaat dari program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa masih sejumlah kalangan anak dari keluarga miskin yang membutuhkan akses pendidikan, dan pendidikan dapat menjadi jalan demi memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan masalah kemiskinan masih menjadi suatu tantangan yang besar ditengah-tengah masyarakat sekitar Indonesia.

“Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini merupakan akibat langsung dari korupsi, dari penyedupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal,” kata Presiden. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *