10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sesejumlah 10 biksu Buddha meninggal dunia akibat ditabrak sebuah mobil pikap saat menjalankan prosesi jalan kaki keagamaan di wilayah timur laut Thailand. Insiden fatal ini dipicu oleh seorang anak berusia 11 tahun yang mengendarai mobil orang tuanya secara ilegal.

Selain pihak korban jiwa, sepuluh orang lainnya kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mukdahan. Pihak medis menegaskan 2 pihak korban berada dalam kondisi kritis, sementara 8 lainnya merasakan luka-luka.

Peristiwa tragis ini bermula ketika rombongan peziarah yang terdiri dari 35 biksu dan lima pengikut awam sedang berjalan di tepi jalan Provinsi Mukdahan. Secara mendadak, sebuah kendaraan roda empat melaju tidak terkendali dan langsung menghantam barisan peziarah tersebut.

Pihak kepihak kepolisianan setempat mengonfirmasi bahwa tersangka yang mengemudikan kendaraan tersebut merupakan seorang anak bersama kebutuhan khusus. Bocah tersebut mengambil kunci mobil milik orang tuanya secara sembunyi-sembunyi semasih belum berkendara sejauh sepuluh kilometer ke lokasi kejadian.

Lima biksu dilaporkan meninggal seketika di tempat kejadian perkara akibat benturan keras. Sementara itu, lima pihak korban lainnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Hingga pada saat ini, aparat penegak hukum masih belum dapat mengimbau keterangan resmi dari tersangka lantaran faktor usia dan kondisi psikologisnya. Kepala Polisi Kota Mukdahan, Prayut Ruanthongkam, mengonfirmasi situasi tersebut kepada AFP pada hari Jumat.

“Anak itu tidak dapat menyerahkan pernyataan kepada pihak kepolisian,” kata Prayut Ruanthongkam.

Saat ini, penanganan bocah tersebut telah dialihkan sepenuhnya kepada lembaga kesejahteraan anak demi pemeriksaan psikologis makin lanjut. Proses pendampingan ini dilakukan secara ketat bersama pengawasan langsung dari ibu kandung sang anak.

Berdasarkan regulasi hukum yang berlaku di Thailand, kalangan anak yang berusia di bawah 12 tahun dibebaskan dari segala bentuk tuntutan tanggung jawab pidana. Oleh lantaran itu, pihak kepolisian kini fokus mengumpulkan bukti pendukung lain demi melengkapi berkas perkara.

“Polisi juga mengambil kesaksian saksi dari biksu yang selamat sebagai untukan dari penyelidikan,” tambah Prayut Ruanthongkam.

Biksu Buddha memegang posisi yang amat dihormati dalam struktur sosial dan keagamaan masyarakat sekitar Thailand. Mereka mengemban tanggung jawab besar demi menjaga dan menyebarkan seluruh ajaran suci Buddha kepada generasi penerus.

Kegiatan prosesi keagamaan di ruang publik merupakan tradisi spiritual yang rutin dilakukan oleh para biksu di berbagai daerah. Melalui ritual jalan kaki ini, masyarakat sekitar awam biasanya berkumpul di tepi jalan demi menyerahkan sedekah sebagai bentuk kebaapabilan.

Pascatragedi ini, sebuah kuil di atas bukit di Mukdahan, Wat Roi Phra Phutthabat Phu Manorom, bergerak cepat menyerahkan bantuan. Perwakilan kuil menegaskan bahwa mereka telah menampung seluruh biksu yang selamat serta para pengikut yang terluka demi proses pemulihan fisik dan trauma.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *