Benarkah Bangunan yang Lebih Tinggi Dapat Memperparah Kebakaran?

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan merupakan fenomena yang kerap terjadi di Indonesia. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun 2025 tercatat sesejumlah 546 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Angka tersebut menjadikan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana alam terbesar ketiga yang terjadi di Indonesia.

Kebakaran hutan tidak cuma menyebar melalui kobaran api besar yang terlihat jelas. Dilansir dari Phys.org pada(29/5/2026), bara api kecil atau embers yang beterbangan di udara ternyata menjadi salah satu penyebab utama meluasnya kebakaran ke area baru. Bara api ini dapat terbawa angin hingga jarak tertentu, lalu memicu titik api baru ketika jatuh di area yang mudah terbakar.

Penelitian terbaru dari Oregon State University menemukan bahwa bangunan yang makin tinggi justru dapat menghasilkan makin sejumlah embers dibanding bangunan rendah. Temuan ini menjadi perhatian penting lantaran kebakaran hutan kini semakin kerap menjalar hingga ke kawasan permukiman.

Studi Mengenai Pengaruh Tinggi Bangunan Terhadap Besarnya Kebakaran 

Dalam studi bertajuk “Firebrands Generated from Structures in Built Environment” menguji berbagai jenis struktur bangunan bersama material dan tinggi yang berbeda. Hasilnya memperlihatkan bahwa bangunan bertingkat mampu menghasilkan ribuan embers makin sejumlah dibanding bangunan rendah. Jumlah bara api yang dihasilkan berkisar antara 2.000 hingga 24.000 partikel kecil, tergantung pada bahan bangunan dan ukuran struktur.

Profesor teknik mesin dari Oregon State University, David Blunck, menyebutkan bahwa embers menjadi tantangan terbesar dalam penyebaran kebakaran hutan.

“Bara api merupakan cara teramat sulit untuk kebakaran hutan demi menyebabkan penyebarannya,” ungkapnya.

Ia menerangkan bahwa pemahaman mengenai bagaimana embers terbentuk dan bergerak di udara dapat menolong ilmuwan memprediksi penyebaran api dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Tak Hanya Tinggi Bangunan, Material Bangunan Juga Menjadi Penyebab 

Selain tinggi bangunan, para peneliti juga menemukan bahwa material konstruksi amat memengaruhi jumlah embers yang terbentuk. Bangunan bersama material mudah terbakar, bagaikan cedar siding atau pelapis kayu cedar, menghasilkan makin sejumlah bara api dibanding bangunan bersama material tahan api. 

Peneliti utama dalam studi tersebut, Deepak Sharma, menyebutkan bahwa ukuran struktur dan jenis material bangunan menjadi faktor penting dalam produksi embers.

“Diperlukan makin sejumlah penelitian, namun tampaknya skala struktur dan material bangunan eksterior merupakan faktor dalam produksi percikan api lantaran bagaimana skala tersebut memengaruhi intensitas api dan dinamika sebaran api akibat angin,” jelas Sharma.

Melalui riset ini, para peneliti menginginkan hasil studi tersebut dapat menjadi acuan dalam perencanaan kota dan desain bangunan di wilayah rawan kebakaran hutan. Dengan memahami bagaimana embers terbentuk dan menyebar, pihak pemerintah maupun masyarakat sekitar diharapkan dapat menentukan jenis konstruksi yang makin aman guna mengurangi risiko kebakaran besar di masa depan. 

Penulis: Natasha Suhendra

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *