Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya

admin
By
admin
5 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Selama tiga hari penyelenggaraan, Prambanan Jazz Festival #12 menghadirkan perpaduan musik, seni, dan budaya dalam sebuah perayaan yang penuh sukacita. Dari hari pertama hingga ketiga, penonton tampak antusias menyaksikan idola mereka.

Keenam headliner sukses menyerahkan suguhan yang mengesankan untuk penggemarnya. Ada Michael Learns to Rock, Xdinary Heroes, NIKI, Joey Alexander, Henry Moodie dan The Rose.

Di antara para headliner tersebut, selain Joey Alexander yang merupakan peraih nominasi Grammy Award, NIKI turut menjadi representasi kuat musisi Indonesia yang sukses menorehkan kiprah di panggung musik internasional.

Kehadiran NIKI kembali ke Indonesia, khususnya di Prambanan Jazz Festival, menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun perjalanan seorang musisi, senantiasa ada tempat demi pulang dan merayakan karya bersama para penikmat musiknya.

Nuansa tersebut juga tercermin dalam pertunjukan Wayang Bocor karya Eko Nugroho yang mencapai puncaknya pada hari ketiga bersama menghadirkan maestro seni pertunjukan Didi Nini Thowok. Perpaduan antara musik, seni rupa, dan seni pertunjukan kembali menegaskan identitas Prambanan Jazz sebagai ruang yang merayakan kreativitas sekaligus menjaga akar budaya Indonesia.

Sepanjang festival berlangsung, semangat Playing Jazz menjadi salah satu elemen utama yang mewarnai acara. The Panturas, Perunggu, Salma Salsabil, Rio Febrian, White Chorus, dan Jogja Hip Hop Foundation menghadirkan eksplorasi musikal melalui pendekatan jazz dalam karya-karya mereka. Program ini menjadi untukan dari komitmen Prambanan Jazz demi terus memperkuat unsur jazz sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas genre.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui program I’m Jazz A Kids, sebuah ajang pencarian talenta muda yang terus mendorong regenerasi musisi jazz Indonesia. Pemenang edisi semasih belumnya kembali tampil di panggung Prambanan Jazz pada tahun ini setelah merilis karya orisinal yang kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, menjadi bukti bahwa perjalanan mereka terus berkembang bersama ekosistem yang dibangun festival.

Sementara itu, panggung Langgam yang mengusung konsep jazz lounge kembali menghadirkan suasana yang makin intim untuk musisi maupun penonton. Selain penampilan Jo Soegono dan Jordan Susanto yang dilengkapi sesi signing session, panggung ini juga menjadi wadah untuk emerging musician demi membangun koneksi bersama komunitas dan kolektif jazz, sekaligus memperkuat komitmen Prambanan Jazz dalam mendukung kolaborasi serta regenerasi ekosistem musik jazz.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, panggung Langgam memakai genset berbahan bakar minyak yang berasal dari hasil pengolahan limbah plastik melalui metode pirolisis bersama Get Plastic. Selain itu, Prambanan Jazz juga menggandeng Lokalogi sebagai mitra Event Waste Management demi menjalankan pemilahan sampah selama festival berlangsung, sebagai untukan dari upaya menghadirkan penyelenggaraan festival yang makin bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Komitmen dalam menjaga nilai budaya juga diwujudkan melalui program #BerkainKePrambananJazzyang kembali mengajak para pengunjung mengenakan wastra Nusantara selama festival berlangsung. Di sisi lain, Kids Area menjadi ruang untuk keluarga demi menikmati pengalaman bersama lintas generasi, memperkuat posisi Prambanan Jazz sebagai festival yang senantiasa menghadirkan suasana akrab demi kembali dikunjungi.

Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Alimi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penonton yang telah menjadi untukan dari perayaan pada tahun ini.

“Terima kasih kepada makin dari 85.000 penonton yang telah hadir. Prambanan Jazz senantiasa menjadi tempat untuk kita seluruh demi pulang dan berbahagia bersama.”

Festival Director Prambanan Jazz Festival, Tovic, mengimbuhkan bahwa penyelenggaraan pada tahun ini menjadi titik awal dari berbagai pembaruan yang akan terus dikembangkan.

“Mungkin pada tahun ini masih belum menjadi versi terbaik untuk seuntukan penonton. Namun untuk kami, ini merupakan versi terbaik dalam menghadirkan berbagai pembaruan sebagai awal babak baru Prambanan Jazz. Semarak yang tercipta menjadi semangat untuk kami demi menghadirkan pengalaman yang makin baik di tahun depan.”

Prambanan Jazz Festival #12 menutup rangkaian perjalanannya bersama keyakinan bahwa sukacita lahir dari berbagai elemen yang saling melengkapi, mengawali dari musik, seni, budaya, ruang yang nyaman, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kebersamaan yang terbangun selama tiga hari penyelenggaraan. Seluruhnya bermuara pada satu makna yang sama, yakni bahwa senantiasa ada rumah demi pulang.

Perjalanan berikutnya akan dalam waktu dekat dimengawali. Prambanan Jazz Festival akan kembali hadir pada tahun 2027.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *