Hey Slank Guncang Bandung, Angkat Spirit Berani Beda dan Dukung Industri Kreatif

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Konser HS Hey Slank “Berani Kita Beda Tour” sesi ke-8 sukses mengguncang Kota Bandung, Minggu (5/7/2026).

Digelar di Prabuwangi Park, Arcamanik, konser ini menghadirkan line up tersejumlah dibanding tujuh kota semasih belumnya bersama total sembilan grup musik.

Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai salah satu pionir industri kreatif di Indonesia, mengawali dari fesyen distro hingga musik alternatif yang tumbuh dari semangat berbeda dan independen.

Dalam konser ini, tiga band lokal Bandung turut dilibatkan sebagai “local heroes”, yakni DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen HS dalam memberi ruang untuk musisi lokal demi berkembang.

Manajer DT09, Reza, mengaku bangga dapat terlibat dalam tur tersebut. “Kami grup musik yang lahir dari grassroots, dari tribun Persib dan bobotoh,” ujarnya dalam konferensi pers semasih belum konser.

Ia mengimbuhkan, panggung ini menjadi ruang untuk mereka demi menyuarakan kecintaan terhadap Persib Bandung, sekaligus menyampaikan kritik dan harapan perubahan. “Kami juga menyaksikan regenerasi band lokal di Bandung mengawali berkurang. Semoga HS dapat jadi wadah demi band-band baru,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Mbenk, vokalis sekaligus basis SHA. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional bersama Slank sejak lama. “Saya ini Slankers Kelapa Gading, telah dengar Slank sejak album PLUR. Jadi SHA ini ada darah Slank-nya,” kata pria bernama asli Taufik Andryyansyah tersebut.

Sementara itu, Timy, vokalis Preman Disko, menyebut kolaborasi ini sebagai pengalaman berharga. “Kami lahir dari sinetron Preman Pensiun, dan bahagia sekali dapat tampil di event ini,” ucapnya.

Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, menerangkan bahwa semangat kreatif musisi Bandung amat sejalan bersama nilai yang diusung HS. “Spirit Bandung yang kreatif dan berani menciptakan perubahan amat relevan bersama movement kami,” katanya.

Menurut Tessa, HS secara konsisten melibatkan band lokal di setiap kota. “Kami percaya local heroes apabila diberi ruang akan tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Selain di musik, semangat “berani beda” juga tercermin dalam kebijakan korporasi, bagaikan mempekerjakan pegawai difabel, tenaga kerja tanpa pengalaman, hingga mendukung UMKM karya Slankers di setiap konser.

Di tengah gelombang PHK industri, HS justru terus merekrut tenaga kerja. Saat ini, korporasi memiliki 4.756 pegawai, termasuk 76 pekerja difabel.

Dari sisi pasar, Bandung Raya menjadi salah satu wilayah strategis untuk HS. Pada 2025, konsumsi rokok di wilayah ini mencapai 800 juta batang per bulan dan meningkat hampir 900 juta batang pada 2026. “Bandung jadi salah satu pasar teramat seksi,” kata Tessa.

Bagi Slank sendiri, Bandung menyimpan sejarah penting. Formasi ke-14 yang terdiri dari Kaka, Bimbim, Ivanka, Abdee, dan Ridho pertama kali tampil bersama di kota ini pada 1997.

“Ingat banget saat itu manggung di Sabuga, bahkan sempat ngecat rambut bareng Ivan,” kenang Ridho. Kaka mengimbuhkan, saat itu Ridho langsung mendapat tantangan besar. “Dia langsung wajib mengulik 30 lagu demi penampilan pertama,” ujarnya.

Selain Slank dan band lokal, konser ini juga menghadirkan Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, dan Mahalara.

Untuk masuk ke venue, penonton cukup mengangkut dua bungkus rokok HS varian mild atau slim. Pintu dibuka sejak pukul 13.00 WIB.

Semasih belum konser, rangkaian acara juga dimeriahkan bersama riding komunitas motor, khususnya Vespa, bersama Slank dan HS mengelilingi ikon-ikon Kota Bandung.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *