BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI konsisten memperlihatkan kesuksesan transformasi bisnis melalui penguatan struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan. 

Strategi yang berfokus pada peningkatan dana murah (CASA) sukses mendorong penurunan biaya dana (cost of fund / CoF) sekaligus memperkuat kualitas pertumbuhan bisnis Perseroan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan. 

Capaian tersebut sejalan bersama agenda penguatan fundamental dan penciptaan nilai (value creation) yang didorong melalui Danantara di lingkungan BUMN. 

Perbaikan struktur pendanaan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam mengelola biaya dana secara makin optimal, berakibat Perseroan memiliki ruang yang makin besar demi menjaga profitabilitas, memperkuat daya saing, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan. 

Hingga Maret 2026, BRI sukses menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Dari jumlah tersebut, CASA (konsolidasian) kian mendominasi hingga mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara bersama 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan 65,77% pada periode yang sama tahun semasih belumnya. Efisiensi pendanaan juga terlihat dari penurunan cost of fund BRI yang turun dari 2,98% pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026 atau turun sebesar 65 basis poin. 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebutkan bahwa penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi salah satu strategi utama dalam program transformasi yang tengah dijalankan Perseroan.

“Peningkatan CASA menyerahkan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan Perseroan. Adapun tingginya volume transaksi terjadi pada berbagai kanal digital bagaikan BRImo, QLola by BRI, Business Merchant dan QRIS BRI. 

Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko,” ujar Hery.

Penguatan struktur pendanaan tersebut turut menopang kinerja Perseroan secara keseluruhan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2% YoY mencapai Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7% menjadi Rp1.562 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian Perseroan meningkat 13,7% menjadi Rp15,5 triliun.

Sejalan bersama hal tersebut, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pelaksana BUMN Dony Oskaria menyampaikan bahwa Danantara terus mendorong transformasi menyeluruh pada korporasi-korporasi BUMN agar memiliki fundamental bisnis yang kuat dan berkelanjutan.

“Danantara hadir demi mengonfirmasi BUMN tidak cuma tumbuh dari sisi skala bisnis, namun juga semakin sehat dari sisi tata kelola, efisiensi, dan manajemen risiko. Dengan fondasi yang kuat, BUMN akan memiliki daya saing yang makin tinggi dan mampu menciptakan nilai tambah yang makin besar untuk perekonomian nasional,” ujar Dony.

Menurutnya, penguatan risk management dan tata kelola merupakan fondasi utama agar BUMN mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. 

“Kami ingin membangun risk management dan tata kelola yang kuat lantaran cuma korporasi yang dikelola bersama baik yang dapat sustain di masa depan,” tambahnya.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *