Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pergerakan emiten pendatang baru mewarnai bursa saham domestik pada hari ini. Berbanding terbalik bersama laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sukses merangkak naik ke zona hijau pada penutupan sesi pertama, Kamis (9/7/2026), sejumlah saham hasil penawaran umum perdana (IPO) yang belakangan menjadi primadona justru berguguran akibat tekanan jual para investor.

Dua saham yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau memimpin pelemahan di jajaran emiten anyar. Fenomena ini mengindikasikan tingginya fluktuasi dan aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek dari para tersangka pasar ritel.

Tekanan jual yang masif menghantam PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Setelah menikmati euforia lonjakan hingga 17,02 persen pada debut pencatatannya, Rabu (8/7/2026) pada hari semasih belumnya, nilai saham EMMI pada hari ini anjlok tajam. Pada jeda siang, saham tersebut terpuruk 10,55 persen ke level Rp492 per lembar.

Aktivitas transaksi emiten ini terbilang amat ramai, mencapai Rp148,19 miliar dari perputaran 304,87 juta lembar saham melalui 124.456 kali kontrak jual beli.

Nasib serupa dialami oleh PT Nitrasanata Dhama Tbk (JECX). Sempat unjuk gigi bersama kenaikan fantastis di kisaran 24 hingga 25 persen selama dua hari pertama perdagangannya sejak 7 Juli lalu, laju kencang JECX terpaksa terhenti. Menjelang penutupan sesi I pada hari ini, posisinya terkoreksi dalam sebesar 14,87 persen, menyentuh titik harga Rp1.660.

Gejolak harga serupa juga menghampiri PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Sempat memicu penolakan otomatis batas atas atau auto reject atas (ARA) sesaat setelah bel pembukaan berbunyi, tren agresif tersebut tidak berhasil dipertahankan.

Derasnya tekanan pasar memaksa laju BACH menyusut, berakibat cuma mampu mengamankan kenaikan 10 persen di level Rp605 pada jeda siang, berbanding terbalik bersama lompatan 24,43 persen di hari perdananya pada hari semasih belumnya.

JELI dan PRDL Masih Berjaya Jelang Kedatangan RANS

Meski seuntukan besar pendatang baru mengawali kehadapatn bensin, pesona saham IPO tidak sepenuhnya luntur. Daya pikat investasi masih terlihat amat kokoh pada PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang tidak sempat absen mengunci posisi ARA sejak pencatatan perdananya pada 7 Juli lalu.

Sentimen positif ini juga menular kepada pendatang teramat baru, PT Prodia Diagnostic Linet Tbk (PRDL), yang baru saja memengawali debut perdagangannya pada pada hari ini. Hingga sesi I berakhir, PRDL sukses mencetak penguatan solid sebesar 35 persen, memarkir harganya di angka Rp162.

Di tengah polarisasi pergerakan emiten anyar tersebut, perhatian ribuan tersangka pasar kini tertuju pada agenda besar di akhir pekan. PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dijadwalkan akan melangsungkan pencatatan saham perdananya pada Jumat (10/7/2026) esok hari.

Antusiasme publik dikabarkan membludak, tercermin dari antrean pemesanan saham saat masa penawaran yang dilaporkan menembus makin dari satu juta permintaan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *