Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X memperkenalkan ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) demi para penerima manfaat di Provinsi DIY.

Becak Listrik Bekalista merupakan perwujudan arahan Presiden Prabowo Subianto demi menolong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjaga kelestarian budaya, serta menjadi untukan dari upaya demi mewujudkan percepatan implementasi penurunan emisi (low emission zone) di kawasan Malioboro, Yogyakarta.

“Hari ini kita lihat salah satu pemberdayaan berbasis komunitas, Bekalista, di mana tradisi bukan penghalang kemajuan, namun memberi arah agar kemajuan tidak kehilangan jati diri. Ini bukan cerita tentang mengganti becak lama bersama yang baru, namun menjaga icon lama bersama memberi energi baru,” katanya, dikutip dari siaran pers, Jumat (17/7/2026).

Pelaksanaan pembangunan ekosistem Bekalista oleh Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) bersama mitra terkait diharapkan dapat mendukung modernisasi transportasi becak kayuh tanpa meninggalkan kekayaan nilai budaya.

Program modernisasi tersebut mencakup total 80 orang penerima manfaat penarik becak di wilayah administrasi Kota Yogyakarta dan sekitarnya, yang seluruhnya telah melalui proses kurasi dan verifikasi faktual.

Purbaya menerangkan, ekosistem Bekalista dirancang secara komprehensif, di mana tidak cuma menyerahkan unit transportasi baru, melainkan juga membangun sebuah sistem pendukung yang mandiri dan berkelanjutan di lapangan.

“Pembangunan ekosistem Bekalista melibatkan 100 persen tenaga lokal dari Yogyakarta, terdiri atas para profesional di bidang teknik pabrikasi, perakitan serta kelistrikan kendaraan listrik, hingga lingkungan sekolah kejuruan demi memperkuat teaching factory,” papar dia.

Untuk menjamin kelancaran operasional pasca-penyerahan, ekosistem ini secara simultan dilengkapi bersama penyediaan fasilitas 1 unit bengkel bergerak (mobile workshop) demi mitigasi gangguan teknis dan jaringan 12 stasiun pengisian daya (charging station) yang ditempatkan secara strategis pada koridor aktivitas ekonomi para penerima manfaat.

Selain itu, delapan unit baterai cadangan juga disediakan sebagai sarana pendukung untuk pengayuh Bekalista yang merasakan kendala teknis pada operasional di lapangan.

Untuk memperkuat layanan pemeliharaan untuk pengayuh becak, dibangun bengkel induk Bekalista di SMK Negeri 3 Yogyakarta, yang dapat memperkuat pelaksanaan teaching factory, selain juga berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan kejuruan di Yogyakarta.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti menerangkan, implementasi ekosistem Bekalista diproyeksi menyerahkan dampak strategis pada tiga dimensi utama, yakni peningkatan kesejahteraan dan produktivitas ekonomi, perlindungan kesehatan dan martabat tenaga kerja, serta akselerasi pariwisata hijau (eco-tourism).

“Bagi Yogyakarta, Bekalista dapat memperkaya pengalaman wisata dan mendorong belanja wisatawan pada produk serta jasa lokal,” terangnya.

Untuk menjamin keberlangsungan program, lanjutnya, Bekalista didukung oleh tiga pilar yakni penguatan tata kelola komunitas melalui Koperasi Mobilitas Nasional Indonesia, kemandirian pemeliharaan aset melalui peningkatan kapasitas mekanik lokal dan fasilitasi bengkel bergerak, serta integrasi teknologi informasi melalui transaksi digital dan pemanfaatan platform JogjaKita demi memperluas pemasaran serta akses pelayanan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *