Turis Asing ke RI Tembus 7,45 Juta, Tertinggi Sejak 2019

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 7,45 juta kunjungan sepanjang Januari–Juni 2026, naik 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menjadi capaian semester pertama tertinggi sejak 2019.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan tren kunjungan wisatawan asing masih berada dalam jalur pertumbuhan meski kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidaktentuan.

“Secara kumulatif atau sepanjang Januari hingga Juni tahun 2026, total kunjungan wisman mencapai 7,45 juta kunjungan, atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Capaian kunjungan wisman selama Januari sampai bersama Juni tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2019 yang lalu,” ujar Ateng di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Di balik kenaikan jumlah kunjungan tersebut, BPS menemukan pola menarik dari perilaku wisatawan asing. Wisatawan asal Tiongkok tercatat menjadi kelompok yang teramat lama menghabiskan waktu di Indonesia bersama rata-rata masa tinggal 23,96 malam selama Januari–Juni 2026, meningkat dibandingkan 23,48 malam pada periode yang sama tahun semasih belumnya.

“Rata-rata lama tinggal wisman asal Tiongkok di Indonesia sepanjang Januari sampai bersama Juni di tahun 2026 sebesar 23,96 malam. Dan di tahun 2025 sebesar 23,48 malam. Perubahannya secara point to point itu 0,48 poin,” kata Ateng.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisman pada Juni 2026 mencapai sekitar 1,39 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 0,32% dibandingkan Mei 2026, namun masih turun 2,15% dibandingkan Juni tahun lalu, memperlihatkan laju pertumbuhan mengawali melandai secara tahunan.

Dari sisi negara asal, Malaysia masih menjadi penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia bersama pangsa 18,66%, disusul Singapura sebesar 12,25% dan Australia sebesar 12,08%.

Ateng menerangkan, secara bulanan kunjungan wisatawan asal Singapura dan Australia merasakan peningkatan, sementara itu wisatawan asal Malaysia menurun. Namun apabila dibandingkan bersama Juni tahun lalu, kunjungan wisatawan asal Malaysia dan Australia masih tumbuh, sementara wisatawan asal Singapura justru merasakan penurunan.

BPS juga mencatat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tetap menjadi gerbang utama kedatangan wisatawan asing ke Indonesia. Mayoritas pelancong yang masuk melalui bandara tersebut merupakan wisatawan berkemasyarakat sekitarnegaraan Australia.

Di sisi lain, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada triwulan II 2026 tercatat sebesar US$1.285 per kunjungan. Nilai ini makin rendah dibandingkan triwulan I 2026, sejalan bersama berkurangnya rata-rata lama tinggal wisatawan dari 10,83 malam menjadi 10,30 malam.

Meski pengeluaran per kunjungan sedikit melemah, peningkatan jumlah wisatawan dan rekor kunjungan semester pertama menjadi sinyal positif untuk industri pariwisata nasional. Tren tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi daerah yang bergantung pada belanja wisatawan asing.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *