Salman Khan Diduga Melakukan Prosedur Perawatan Rambut Ilegal

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Dunia hiburan Bollywood kembali diguncang oleh pengakuan mengejutkan terkait sang megabintang, Salman Khan.

Di balik penampilannya yang senantiasa ikonik, tersimpan sebuah cerita tak terduga tentang perjuangannya mempertahankan mahkota kepala, yang konon melibatkan prosedur medis ilegal.

Rahasia ini dibongkar oleh sutradara Shailendra Singh, dalam sebuah sesi podcast “Cyrus Says” yang kini tengah viral di jagat maya.

Shailendra menceritakan sebuah momen ganjil yang ia saksikan sendiri saat berkunjung ke kediaman aktor film Ek Tha Tiger tersebut.

Makan Biryani Sambil Disuntik

Momen tersebut terjadi ketika Shailendra tengah bertamu demi sebuah urusan pekerjaan.

Ia mendapati Salman Khan sedang asyik menyantap hidangan biryani. Namun, pemandangan di belakang sang aktor justru menciptakannya bergidik.

“Dia sedang makan biryani, dan dari belakang datang seorang pria, sosok yang aneh, mengenakan sarung tangan, mengeluarkan jarum, dan mengawali menusukkannya ke kulit kepalanya,” kenang Shailendra bersama nada masih tak percaya.

Prosedur yang disaksikan Shailendra diduga kuat merupakan Platelet-Rich Plasma (PRP) atau Terapi Plasma Kaya Trombosit.

Menurut sang sutradara, pada masa itu, praktik yang dilakukan Salman tersebut dikategorikan sebagai prosedur ilegal.

“Harga Menjadi Bintang”

Melihat ekspresi Shailendra yang syok, Salman Khan menanggapi bersama santai namun penuh makna.

Seolah telah terbiasa bersama rasa sakit demi penampilan, ia melontarkan kalimat yang menggambarkan kerasnya dunia hiburan.

“Ada harga yang wajib dibayar demi menjadi seorang bintang, bro,” ujar Shailendra menirukan ucapan dingin Salman saat itu.

Terapi PRP sendiri merupakan perawatan regeneratif yang memakai darah pasien sendiri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *