Siswa Thailand Tembak Mati 5 Guru dan 9 Orang Kritis, Setelah Itu Bunuh Diri

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Aksi penembakan massal oleh seorang siswa di pinggiran Bangkok menewaskan lima guru dan menyebabkan 22 orang lainnya merasakan luka-luka, Jumat (7/8/2026). Tragedi berdarah ini mengguncang lingkungan sekolah setelah tersangka nekat melepaskan belasan tembakan secara brutal.

Sembilan pihak korban luka kini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan medis intensif. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa amunisi yang dibawa tersangka disiapkan dalam jumlah besar saat beraksi.

Tragedi ini bermula dari aksi pembunuhan domestik di mana tersangka menghabisi kakeknya sendiri semasih belum mendatangi lokasi sekolah. Senjata api yang dipakai menembak merupakan milik sang kakek yang merupakan seorang mantan guru.

Pelaku yang tercatat sebagai siswa aktif di sekolah tersebut datang mengangkut senjata rakitan keluarga. Ia melepaskan sedikitnya 26 tembakan ke arah area sekolah hingga memicu kepanikan luar biasa.

Petugas kepihak kepolisianan menemukan 34 putaran amunisi tambahan yang masih belum sempat ditembakkan di tempat kejadian perkara. Penemuan sisa amunisi ini menegaskan besarnya potensi bahaya dari serangan tersebut.

Menteri Kesehatan Thailand, Pattana Promphat, menyampaikan pembaruan data terkait jumlah pihak korban cedera.

“Menurut data terbaru, 22 orang terluka dalam penembakan ini, bersama sembilan di antaranya dalam kondisi kritis,” ujar Pattana Promphat dikutip dari Skynews.

Informasi ini mengoreksi laporan awal kepihak kepolisianan yang semasih belumnya mencatat 15 pihak korban luka bersama dua orang kritis. Seuntukan pihak korban merasakan cedera akibat jatuh saat berdesakan menyelamatkan diri dari kejaran tembakan.

Pihak keaparatur negara kementerianan masih masih belum mengonfirmasi jumlah tentu pihak korban yang terluka murni akibat terkena luka tembak. Tim medis terus menjalankan verifikasi fisik terhadap seluruh pihak korban cedera yang dirujuk ke rumah sakit.

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand menyerahkan klarifikasi langsung mengenai total pihak korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Lima guru ditentukan meninggal dunia di lokasi penembakan,” tegas Wakil Menteri Dalam Negeri di tempat kejadian.

Pernyataan tersebut merevisi laporan awal pihak kepihak kepolisianan yang sempat menyebutkan enam pihak korban jiwa. Laporan semasih belumnya juga sempat mengabarkan adanya tiga guru dan tiga siswa yang tewas dalam insiden ini.

Juru Bicara Kepihak kepolisianan, Trairong Phiwphan, menegaskan bahwa aparat bergerak cepat mengusut tuntas motif utama penembakan.

“Senjata api tersebut dipercaya telah diambil oleh tersangka dari anggota keluarga siswa itu sendiri,” kata Trairong Phiwphan.

Penyelidikan awal mengarahkan fokus pada riwayat hubungan keluarga serta akses tersangka terhadap senjata api. Polisi menduga adanya konflik internal semasih belum tersangka nekat melancarkan aksi penembakan massal di sekolah.

Latar belakang insiden ini bermula ketika tersangka mengeksekusi kedua kakek-neneknya di kediaman pribadi mereka. Setelah menjalankan aksi pembunuhan pertama, tersangka langsung menuju sekolah tempatnya menuntut ilmu demi melanjutkan penembakan.

Penggunaan senjata milik kakek tersangka yang merupakan pensiunan pendidik menjadi poin kunci dalam pengusutan kasus ini. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi penembakan sekolah teramat kelam di wilayah pinggiran Bangkok.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *