PENGUMUMAN Harga BBM Naik 7 Oktober Besok Rp 3.000-an Per Liter, ESDM Afsel Beberkan Alasannya

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Masyarakat Afrika Selatan wajib bersiap menyikapi gelombang kenaikan harga bahan bakar minyak atau harga BBM mengawali pertengahan pekan ini. Langkah darurat ini diambil pihak pemerintah setempat guna merespons kelangkaan pasokan dan melonjaknya harga komoditas energi di pasar global.

Penyesuaian tarif tersebut dijadwalkan berlaku secara nasional efektif mengawali Rabu pekan ini. Otoritas terkait mengonfirmasi bahwa kebijakan anyar ini dipicu oleh dinamika pasar internasional yang kian tidak menentu.

Kenaikan harga ini langsung memukul berbagai lini kebutuhan energi domestik masyarakat sekitar dari bensin hingga gas elpiji. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat rentannya perekonomian kawasan terhadap gejolak geopolitik dunia.

“Menteri Sumber Daya Mineral dan Perminyakan bersama ini mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar berdasarkan sejumlah faktor lokal dan internasional pada saat ini, yang berlaku mengawali 7 Oktober 2026,” demikian pernyataan keaparatur negara kementerianan tersebut, dikutip dari Antara.

Konsumen bensin wajib membayar makin mahal bersama kenaikan berkisar antara 3,12 hingga 3,33 rand per liter. Sementara itu, bahan bakar solar juga ikut menguat di rentang 2,84 sampai 3,24 rand per liternya.

Sektor rumah tangga pun tak luput dari dampak penyesuaian tarif energi ini. Minyak tanah mencatatkan kenaikan tertinggi hingga mencapai 4,77 rand, sementara itu gas LPG naik sampai 48 sen rand.

Pemerintah menuding memanasnya gesekan militer antara Amerika Serikat dan Iran sebagai pemicu utama kekacauan pasar ini. Konflik terbuka tersebut langsung mendongkrak harga minyak mentah dan produk turunannya di tingkat global.

Di sisi lain, lalu lintas logistik laut ikut terganggu akibat situasi keamanan yang memburuk di Selat Hormuz. Kondisi ini secara otomatis melipatgandakan tarif pengiriman jalur laut dan memicu pengurasan cadangan minyak dunia.

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah ini memicu efek domino yang merembet cepat ke rantai pasok energi Afrika Selatan. Kombinasi antara minimnya stok global dan naiknya biaya angkut memaksa otoritas setempat dalam waktu dekat menyesuaikan harga eceran di dalam negeri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *