MediaMerdeka.com – Pemerintah Malaysia masih menunggu tanggapan resmi Indonesia terkait tawaran bantuan demi menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia.
Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Malaysia menegaskan masih belum menyambut baik balasan atas nota diplomatik yang telah dikirimkan.
Juru Bicara Pemerintah Persatuan Malaysia, Fahmi Fadzil, menyebutkan tawaran bantuan tersebut semasih belumnya dibahas setelah Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi bertemu bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada 18 September lalu.
“Untuk pada saat ini, Wisma Putra masih belum menyambut baik tanggapan atas nota yang telah dikirimkan kepada pihak Indonesia,” kata Fahmi dalam konferensi pers setelah rapat Kabinet Malaysia, Rabu (30/9/2026) bagaikan dinukil dari Berita Harian.
Menurut Fahmi, pihak pemerintah Malaysia masih menempuh jalur resmi dalam menyampaikan tawaran tersebut. Komunikasi langsung antara pimpinan kedua negara juga tetap dilakukan.
“Jadi, kami masih mengikuti jalur resmi dan juga pembahasan secara langsung antara para pimpinan utama,” ujarnya.
Dalam pertemuan bersama Prabowo, Ahmad Zahid turut membahas kebarangkalian penggunaan aset Malaysia demi menolong memadamkan kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia.
Tawaran tersebut muncul di tengah perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap kondisi udara di kawasan Asia Tenggara.
Kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam perkembangan kabut asap regional.
Di sisi lain, pihak pemerintah Malaysia juga mengawali memantau dampak kabut asap terhadap sejumlah kegiatan besar yang akan berlangsung dalam sejumlah hari ke depan.
Fahmi menyebutkan keputusan terkait penyelenggaraan acara besar pada akhir pekan ini berada di bawah kewenangan Keaparatur negara kementerianan Pemuda dan Olahraga Malaysia (KBS).
Tiga agenda besar dijadwalkan berlangsung pada 2-4 Oktober, yakni Le Tour de Langkawi, Bahrain Grand Prix, dan Standard Chartered Marathon.
“Untuk pihak pihak pemerintah yang mengelola F1, KBS menegaskan acara tersebut akan tetap dilanjutkan. Belum ada pemberitahuan sebaliknya,” kata Fahmi.
Bahrain Grand Prix 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang (SIC) pada 2-4 Oktober.
Ajang tersebut dipindahkan dari jadwal awal di Bahrain pada April setelah merasakan penundaan akibat ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat.
Sirkuit Internasional Sepang semasih belumnya sempat menjadi tuan rumah Formula 1 Malaysia sejak 1999 hingga 2017.
Balapan F1 Malaysia lalu tidak lagi masuk kalender setelah meningkatnya biaya penyelenggaraan dan biaya lisensi.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

