MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan bahwa pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diperbolehkan lagi memangkas alokasi wajib anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN.
Menanggapi hal tersebut, Lalu Hadrian menegaskan, bahwa Komisi X telah mengawali mengkaji pendistribusian anggaran pendidikan yang kini kembali utuh tersebut.
Ia menekankan, pentingnya mengalihkan dana tersebut demi menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan, mengawali dari kesejahteraan pengajar hingga infrastruktur.
“Ya jadi bersama adanya putusan MK itu, tentu kami di Komisi 10 pertama menyambut baik. Yang kedua, tentu wajib mengawali kita pikirkan distribusi anggaran MBG yang kembali ini. Nah, kami di Komisi 10 itu mengusulkan agar distribusi anggaran ini digunakan demi menuntaskan program-program dasar pendidikan,” ujar Lalu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti prioritas utama yang perlu dalam waktu dekat memperoleh perhatian pihak pemerintah merupakan kenaikan gaji guru.
Ia membandingkan perhatian pihak pemerintah terhadap profesi lain yang telah makin dulu terealisasi.
“Contoh, gaji guru. Ini benar-benar kami titip agar pihak pemerintah juga betul-betul punya keinginan kuat demi menaikkan gaji guru. Hakim telah diperhatikan, aparat TNI telah diperhatikan, nah kini guru juga wajib diperhatikan. Yang kedua, sarana prasarana. Kami amat menghargai, amat mengapresiasi pihak pemerintah pada hari ini menjalankan revitalisasi satuan pendidikan,” jelasnya.
Terkait perbaikan sarana prasarana, Komisi X DPR RI mengusulkan agar program revitalisasi satuan pendidikan tidak berhenti dalam jangka pendek, melainkan berkelanjutan hingga sejumlah tahun ke depan guna mengonfirmasi kualitas fasilitas pendidikan yang merata.
“Nah ini tidak cuma sampai tahun 2026, 2027 juga kami usulkan bahkan sampai 2029. Nah lalu yang ketiga digitalisasi pendidikan. Itu juga menjadi hal yang amat krusial, yang amat penting dalam rangka perbaikan mutu dari siswa-siswi kita. Nah kami dorong arahnya ke sana, termasuk peningkatan gaji dan kesejahteraan dosen. Ini juga penting,” tambahnya.
Ia menginginkan agar kembalinya marwah anggaran pendidikan 20 persen ini benar-benar menyasar pada fondasi utama pendidikan nasional.
“Nah berakibat harapan kami, anggaran yang tidak lagi digunakan demi MBG itu, menuntaskan infrastruktur dasar pendidikan,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

