MediaMerdeka.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi bahwa proses pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu akan dilakukan secara transparan dan inklusif.
Ia menekankan, bahwa PDI Perjuangan (PDIP) tidak akan ditinggalkan dalam proses tersebut, meskipun pada saat ini berada di luar pihak pemerintahan.
Dasco menerangkan, bahwa seluruh fraksi di DPR RI telah mencapai kesepakatan demi memengawali langkah awal pembahasan regulasi pesta demokrasi tersebut.
“RUU Pemilu kami tadi telah bersepakat bersama para ketua-ketua fraksi, kita akan mengawali menjalankan pembahasan secara terbatas,” ujar Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Dasco, agenda terdekat merupakan menyerap aspirasi dari partai-partai politik yang tidak memiliki kursi di parlemen (non-parlemen). Agenda ini sempat tertunda lantaran padatnya jadwal kegiatan anggota dewan.
“Kemarin lantaran sejumlah kesibukan, itu kunjungan demi menyerap aspirasi dari partai-partai non-parlemen itu masih belum sempat dilakukan. Nah, berakibat di pekan depan itu akan mengawali dilakukan, dan kita menyambut kebarangkalian pansel dari KPU yang akan dimengawali pada bulan Oktober. Sehingga kami semasih belum itu akan menjalankan proses-proses awal dari pembentukan Undang-Undang Pemilu atau revisi Undang-Undang Pemilu,” jelasnya.
Terkait mekanisme teknis di internal DPR, Dasco menyebutkan bahwa pimpinan akan dalam waktu dekat menggelar rapat demi menentukan arah pembahasan RUU ini.
“Kami akan rapimkan dan bamuskan hari Selasa esok hari, nanti soal itu,” tambahnya.
Menanggapi isu mengenai kebarangkalian ditinggalkannya PDI Perjuangan dalam pembahasan RUU Pemilu lantaran statusnya sebagai partai di luar pihak pemerintah, Dasco membantah keras hal tersebut.
Ia menjamin mekanisme di DPR senantiasa mengedepankan keterbukaan terhadap seluruh fraksi, terutama PDIP yang memiliki kursi signifikan.
“Sebenarnya tidak ada yang ditinggalkan bila di DPR ini. Di DPR ini kan pembahasan itu transparan dan terbuka, dan tentunya kami akan mengajak seluruh pihak, apalagi PDI Perjuangan yang merupakan fraksi yang terbesar di DPR,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

