Lebih Banyak Mudaratnya! Menkes Kabinet Bayangan Desak MBG Dihentikan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Kabinet Bayangan Irma Hidayana mendesak pihak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program unggulan pihak pemerintah tersebut masih belum menyerahkan manfaat yang sebanding bersama berbagai persoalan yang muncul.

Seruan itu disampaikan Irma saat mengikuti Aksi Kamisan ke-921 di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, evaluasi terhadap MBG perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama dari sisi kesehatan, gizi, dan tata kelola program.

“Perlu dihentikan, stop, stop,” kata Irma kepada MediaMerdeka.com di sela Aksi Kamisan, Kamis (20/8/2026).

Irma mengaku tergabung dalam MBG Watch di bawah Keaparatur negara kementerianan Kabinet Bayangan. Wadah tersebut menjadi untukan dari upaya masyarakat sekitar sipil dalam menyuarakan berbagai persoalan terkait pelaksanaan MBG.

Menurut Irma pihaknya juga telah menjalankan riset mengenai program MBG bersama mengacu pada berbagai data dan persoalan yang terjadi di lapangan.

“Jadi kami telah bekerja, udah bikin riset, lantaran kita ngomong nggak mau tidak berbasis data ya, media udah sejumlah meliput kejadian keracunan,”katanya.

Menurut Irma, persoalan MBG tidak sebatas kasus kesehatan dan gizi. Ia juga menyoroti aspek tata kelola yang dinilainya masih bermasalah.

“Intinya dari apa yang kami lakukan, baik menyaksikan MBG dari sektor kesehatan dan gizi maupun tata kelola itu yang ada mudarat aja, manfaat nggak ada,” katanya.

Soroti Keracunan hingga Stunting

Irma yang berlatar belakang kesehatan juga mempertanyakan sejauh mana MBG mampu memperbaiki status gizi anak, termasuk mencegah stunting.

Ia menilai persoalan keracunan yang muncul dalam pelaksanaan MBG justru menjadi catatan serius yang wajib diperhatikan pihak pemerintah.

“Program MBG tidak barangkali mendongkrak atau memperbaiki status gizi, alih-alih stunting, pertama keracunan, habis itu stunting itu tidak dapat diobati, cuma dapat dicegah,” jelas Irma.

Ia lalu menerangkan bahwa stunting merupakan kondisi kronis yang berkaitan bersama masalah gizi pada periode awal kehidupan anak. Karena itu, menurut dia, intervensi demi mencegah stunting wajib dilakukan semasih belum kondisi tersebut terjadi.

Stunting itu irreversible condition kronik gizi akut yang dialami oleh anak di 1000 hari kehidupannya, jadi intervensinya wajib semasih belumnya,jadi tidak berhasil wajib di-stop aja,” ujarnya.

Usul MBG Diubah Jadi Bantuan Tunai

Tak cuma mengimbau MBG dihentikan, Irma juga mengusulkan pihak pemerintah mengubah pola bantuan menjadi transfer tunai kepada masyarakat sekitar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *