MediaMerdeka.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen penuh pihak pemerintah pusat dalam menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selama lima hari berturut-turut, Tito turun langsung ke lapangan demi mengonfirmasi masyarakat sekitar NTT tidak berjuang sendirian.
“Pemerintah pusat tentu enggak akan tinggal diam. Kita keroyok seluruh ya,” tegas Tito saat mengunjungi Posko Tanggap Darurat di Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8/2026).
Pernyataan ini bukan sekadar janji. Sejak hari pertama, sejumlah aparatur negara kementerian, kepala lembaga, hingga jajaran Direktur Utama BUMN telah berada di lokasi bencana.
Kehadiran mereka merupakan instruksi langsung demi mengonfirmasi penanganan berjalan cepat dan terpadu.
Tito memengawali rangkaian kunjungannya bersama menjalankan supervisi dana Transfer ke Daerah (TKD) guna mengonfirmasi anggaran tersebut tepat sasaran demi penanganan bencana.
Pada Minggu (16/8/2026), memimpin Rapat Koordinasi secara hybrid dari Manggarai Barat, Mendagri menginstruksikan fokus utama pada penyelamatan nyawa dan pemulihan layanan dasar. Mulai dari listrik, telekomunikasi, BBM, logistik, hingga perawatan medis untuk pihak korban luka-luka.
Momentum emosional terjadi pada Senin (17/8/2026). Di tengah suasana duka, Tito memimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kabupaten Manggarai Timur.
Baginya, kehadiran negara di lokasi bencana merupakan wujud nyata dari tujuan pembentukan negara: melindungi segenap bangsa Indonesia.
Ada momen menarik saat Tito menempuh jalur darat menuju Kabupaten Nagekeo. Perjalanan rombongan sempat terhenti di Kampung Kajulaki ketika sejumlah ibu-ibu mengerumuni mobil Mendagri.
Mereka mencurahkan keluh kesah dan trauma akibat gempa yang mereka alami.
Mendengarkan langsung aspirasi tersebut, Tito memperlihatkan empati bersama menitipkan bantuan tunai Rp50 juta kepada Ketua RT setempat demi diuntukkan kepada masyarakat sekitar yang teramat membutuhkan.
Mendagri menyadari bahwa kehilangan dokumen kependudukan merupakan masalah besar untuk pihak korban bencana. Oleh lantaran itu, ia menerjunkan tim Ditjen Dukcapil demi memproses ulang KTP-el, KK, dan akta kelahiran secara gratis di lokasi.
Tak cuma itu, Tito bergerak cepat menjalankan koordinasi lintas keaparatur negara kementerianan. Ia menggandeng Keaparatur negara kementerianan ATR/BPN demi urusan sertifikat tanah, serta kepihak kepolisianan demi pengurusan BPKB, STNK, dan SIM milik pihak korban yang rusak atau hilang.
Namun, Tito mengingatkan bahwa kunci kecepatan bantuan ini ada di tangan Pemerintah Daerah. Ia mendesak percepatan pendataan kerusakan rumah, fasilitas ibadah, sekolah, dan sarana publik.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

