RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Indonesia kembali mencatat aktivitas ekspor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) setelah terakhir kali dilakukan pada 2022. Pada Juni 2026, sesejumlah 1.928 ekor monyet dikirim ke luar negeri demi kebutuhan penelitian biomedis, bersama China dan Amerika Serikat menjadi negara tujuan.

Data perdagangan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kamis (27/8/2026) mencatat perdagangan kategori live animals Indonesia ke berbagai negara sepanjang 2026. Dalam data tersebut, China dan Amerika Serikat termasuk negara yang tercatat sebagai tujuan perdagangan hewan hidup.

Ekspor monyet ekor panjang menjadi perhatian lantaran nilai ekonominya tidak kecil. Berdasarkan nilai yang disebutkan, harga satu ekor monyet berada di kisaran Rp53 juta hingga Rp71 juta.

Jika memakai kisaran tersebut, 1.928 ekor monyet yang diekspor berpotensi memiliki nilai ekonomi sekitar Rp102,2 miliar hingga Rp136,9 miliar.

Angka itu menciptakan perdagangan satwa ini bukan sekadar persoalan ekspor hewan hidup, namun juga menyentuh bisnis penelitian biomedis yang memiliki nilai ekonomi cukup besar.

China dan Amerika Serikat menjadi sorotan utama dalam perdagangan ini lantaran kedua negara memiliki aktivitas penelitian biomedis yang besar dan memakai primata nonmanusia sebagai salah satu model penelitian.

Permintaan terhadap monyet ekor panjang antara lain berkaitan bersama penelitian penyakit, pengembangan obat, vaksin, hingga pengujian biomedis tertentu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kamis (27/8/2026) memperlihatkan adanya aktivitas ekspor hewan hidup melalui sejumlah pintu keluar Indonesia menuju Amerika Serikat sepanjang Januari-Juni 2026.

Melalui Bandara Juanda dan Ngurah Rai, data yang tercatat masing-masing sebesar 150,00 pada Januari, 21.605,33 pada Februari, 44.527,45 pada Maret, 12.226,50 pada Mei dan 38.661,67 pada Juni.

Sementara melalui Bandara Soekarno-Hatta, ekspor hewan hidup tercatat sebesar 30.240,21 pada Januari, 86.224,21 pada Februari, 83.346,42 pada Maret, 21.500,86 pada April, 112.115,16 pada Mei dan 46.040,32 pada Juni.

Adapun ekspor hewan hidup ke China dalam data tersebut baru tercatat pada Maret 2026 bersama angka 42.380,00.

Namun, angka BPS tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Data tersebut merupakan kategori hewan hidup, berakibat tidak dapat secara langsung disamakan seluruhnya bersama jumlah monyet ekor panjang yang diekspor. Angka 1.928 ekor merupakan jumlah monyet yang disebut dalam aktivitas ekspor pada Juni.

Secara keseluruhan, ekspor Indonesia sendiri masih memperlihatkan aktivitas perdagangan luar negeri yang besar. BPS mencatat ekspor Indonesia Januari-Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar, naik 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun semasih belumnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *