Warga Miskin Bisa Tak Dapat Bansos, Asosiasi Buruh Minta Klasifikasi Desil Dievaluasi Total

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menyoroti potensi masyarakat sekitar miskin kehilangan bantuan sosial (bansos) akibat klasifikasi desil. Pemerintah diminta dalam waktu dekat menjalankan evaluasi total agar tak ada masyarakat sekitar miskin yang kehilangan haknya.

Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat, menilai klasifikasi desil tidak senantiasa mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pasalnya, terdapat keluhan masyarakat sekitar yang mengaku penghasilan, pekerjaan, dan jumlah tanggungan mereka tidak berubah, namun posisi desil justru naik.

Mirah menyebutkan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak pemerintah lantaran perubahan desil dapat berdampak pada status masyarakat sekitar sebagai penerima bantuan sosial.

“Bagaimana barangkali masyarakat sekitar yang kehidupannya tidak semakin sejahtera justru dikategorikan makin mampu?” ujar Mirah kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Mirah menyebutkan, pihak pemerintah memang membutuhkan data yang akurat demi mengonfirmasi program perlindungan sosial tepat sasaran.

Namun, akurasi data tidak cukup cuma mengandalkan sistem klasifikasi apabila tidak mampu menggambarkan kondisi masyarakat sekitar di lapangan.

“Jangan sampai rakyat miskin kalah oleh angka dan kalah oleh sistem,” ucapnya.

Menurut Mirah, seorang buruh bersama penghasilan tetap masih belum tentu memiliki kemampuan ekonomi yang sama ketika biaya hidup terus meningkat.

Ia mencontohkan pekerja yang wajib menyikapi kenaikan biaya kontrakan, transportasi, makanan, pendidikan anak, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Jika pendapatan tidak bertambah sementara beban hidup meningkat, kemampuan ekonomi keluarga justru semakin tertekan.

Karena itu, Mirah menilai kondisi ekonomi masyarakat sekitar perlu dilihat secara makin menyeluruh, termasuk pendapatan dan besarnya beban yang wajib ditanggung demi mempertahankan kehidupan keluarga.

“Rakyat tidak hidup di dalam spreadsheet. Rakyat hidup dalam kenyataan,” imbuhnya.

ASPIRASI bahkan mendorong agar penetapan masyarakat sekitar berdasarkan desil dihentikan dan diganti bersama penyajian data sosial-ekonomi yang makin transparan, objektif, dan terukur.

Menurutnya, pihak pemerintah perlu memperlihatkan kondisi ekonomi masyarakat sekitar secara makin rinci, mengawali dari pendapatan, jumlah tanggungan, pengeluaran rumah tangga, biaya hidup di wilayah tempat tinggal, kondisi pekerjaan, hingga kebutuhan dasar keluarga.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *