Sempat Diwarnai Semprotan Merica, Warga Pukul Mundur Massa Aksi di Simpang Gramedia Jogja

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sejumlah masyarakat sekitar nekat memukul mundur massa aksi Aliansi Masyarakat Sipil dari kawasan Simpang Empat Gramedia menuju Jalan Cik Ditiro, Kota Yogyakarta, pada Selasa (1/9/2026) malam. 

Berdasarkan pantauan langsung MediaMerdeka.com di lokasi, ketegangan pecah akibat kekesalan masyarakat sekitar atas penutupan arus lalu lintas di kawasan vital yang tak kunjung usai.

Semasih belum insiden pemukulan mundur terjadi, dialog antara perwakilan masyarakat sekitar dan massa aksi sebenarnya telah bergulir sejak pukul 20.30 WIB. 

Proses negosiasi berjalan amat alot lantaran masyarakat sekitar merasa amat terganggu bersama aksi penutupan jalur yang melumpuhkan mobilitas jalan padat tersebut.

Tensi di lapangan kian memanas hingga puncaknya pada pukul 21.55 WIB, ketika massa aksi justru mengimbau masyarakat sekitar demi mundur dan membubarkan diri termakin dahulu semasih belum barisan demonstran ikut membubarkan diri. 

Saling gertak tersebut memicu amarah masyarakat sekitar yang berujung pada tindakan nekat menerobos dan memukul mundur barisan massa ke arah utara menuju area UGM.

Aparat kepihak kepolisianan yang berada di lokasi sempat kewalahan dan tidak mampu membendung gelombang dorongan massa dan masyarakat sekitar yang bersitegang. 

Di tengah situasi yang kian tak terkendali saat massa dipukul mundur, aksi semprotan merica sempat mewarnai kepungan kerusuhan tersebut.

Melihat eskalasi yang meningkat, personel tambahan dari kepihak kepolisianan langsung diterjunkan ke titik konflik demi memperketat pemisahan antara kedua belah pihak. Polisi bergerak cepat menahan pergerakan masyarakat sekitar yang terus berupaya memukul mundur massa aksi.

Perwakilan massa aksi, Fa, mengonfirmasi adanya sejumlah kalangan akademisi yang merasakan luka dan membutuhkan penanganan medis mendesak pascabentrokan pertama pada petang tadi.

“Tadi sempat ada kalangan akademisi yang pada akhirnya membutuhkan bantuan medis gitu. Itu terjadi lantaran ada provokator yang memprovokasi kita berakibat sempat ricuh sebentar. Dan pada akhirnya dari ricuh itu muncul kepanikan dari massa, dan kepanikan dari massa itu pada akhirnya, ya itu tadi, mengakibatkan ada sejumlah teman kita yang membutuhkan bantuan medis,” kata Fa di lokasi, Selasa (1/9/2026) malam.

Diketahui massa yang telah berada di kawasan Simpang Gramedia sejak pukul 16.30 WIB tersebut akhirnya memutuskan demi membubarkan diri secara bergelombang. 

Baru pada pukul 22.21 WIB, kawasan Simpang 4 Gramedia sukses disterilkan, arus lalu lintas kembali dibuka normal, serta masyarakat sekitar dan jajaran kepihak kepolisianan berangsur-angsur meninggalkan lokasi kejadian.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *