Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul Haq, mendesak pihak pemerintah demi meningkatkan kesiapsiagaan dalam menyikapi potensi erupsi sejumlah gunung api di Indonesia.

Langkah mitigasi yang cepat dan akurat dinilai amat krusial demi menekan jumlah pihak korban serta meminimalisir kerusakan material.

Maman menyerahkan perhatian khusus pada peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pada saat ini, di mana Gunung Anak Krakatau berstatus Waspada, sementara Gunung Semeru, Gunung Ibu (Maluku Utara), dan Gunung Ili Lewotolok (NTT) berada pada status Siaga.

“Erupsi gunung berapi memang tidak senantiasa dapat dicegah, namun risikonya dapat dikurangi. Karena itu, pihak pemerintah wajib hadir bersama sistem peringatan dini yang kuat, informasi yang cepat dan akurat, serta perlindungan yang benar-benar sampai kepada masyarakat sekitar,” ujar Maman di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, mitigasi bencana wajib dilakukan secara preventif dan bukan sekadar respons saat bencana telah terjadi.

Ia mengimbau pihak pemerintah mengonfirmasi kanal informasi resmi bekerja secara optimal agar masyarakat sekitar tidak termakan isu hoaks di media sosial.

“Setiap perkembangan status dan potensi bahaya wajib disampaikan secara cepat, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat sekitar melalu kanal resmis pihak pemerintah. Jangan sampai masyarakat sekitar justru memperoleh informasi dari media sosial yang masih belum tentu benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara instansi terkait bagaikan BPBD, BNPB, aparat TNI/Polri, hingga pihak pemerintah daerah dan relawan.

Ia mengingatkan bahwa dampak erupsi tidak cuma berhenti pada ancaman awan panas atau lava, melainkan berdampak luas pada sektor lainnya.

“Pemerintah juga wajib mengantisipasi dampak erupsi yang tidak cuma berkaitan bersama keselamatan masyarakat sekitar, namun juga kesehatan, transportasi, pertanian, ketersediaan air bersih, serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar,” ungkap legislator asal Jawa Barat tersebut.

Maman mengimbau masyarakat sekitar di sekitar lereng gunung demi tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan dasar guna menghindari dampak abu vulkanik untuk kesehatan.

“Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi dan pintu serta jendela ditutup demi mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Masyarakat juga perlu melindungi sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *