MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengundang pihak swasta bagaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia demi hadir dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Diketahui KSSK sendiri beranggotakan Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun dalam rapat terakhir, KSSK sempat mengundang BPI Danantara.
Menkeu Purbaya beralasan bila KSSK tidak menutup kebarangkalian demi mengundang sektor swasta selain Danantara. Ia beralasan bila Pemerintah selaku regulator juga ingin mendengarkan masukan dari tersangka sektor riil.
“Kalau sejumlah swasta masuk nanti jadi kusut. Enggak, biar saja ya cukup Danantara yang mewakilin biar saya dapat dapat sinyal di di real sector bagaikan apa. Tapi nanti suatu saat akan dipanggil sekali-sekali barangkali Kadin atau siapa yang mewakili sektor swasta demi datang rapat itu,” katanya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, dikutip Senin (7/9/2026).
Purbaya menegaskan bila anggota KSSK kerap kali tidak mengetahui soal permasalahan yang ada di sektor riil. Maka dari itu mereka sempat mengundang Danantara demi hadir dalam rapat tersebut.
Kendati demikian Purbaya mengonfirmasi Danantara maupun sektor swasta lain tidak akan memiliki hak demi pengambilan keputusan. Mereka cuma diberi kesempatan demi menyampaikan informasi.
“Itu dipakai demi memperkuat kebijakan di KSSK. Jadi, semakin kuat. Tapi bukan berarti dia ngambil keputusan, dia enggak punya voting right. Jadi memperkuat, memperkaya lah informasi supaya jalannya makin bagus lagi,” papar dia.
Bendahara Negara lalu menerangkan bila rapat KSSK sendiri berisi diskusi terkait kebijakan yang akan diambil. Di pertemuan itu, seluruh anggota akan membicarakan kebijakan terkini maupun pendapat yang akan diputuskan.
Namun ia tak menampik bila rapat anggota KSSK sempat terjadi silo antar organisasi. Sekarang dirinya mengonfirmasi koordinasi akan makin diperkuat.
“Dulu kan ketika bicara cenderung terlalu ee silo-silo gitu. Saya ini pokoknya ini. OJK cuma lapor keuangan, LPS cuman lapor ini. Sekarang telah mengawali cenderung ada diskusi cross cross sector gitu. Kayak OJK dapat bilang, (Keaparatur negara kementerianan) Keuangan, uangnya jangan ditarik. Dalam hati gue, enak aja lu. Tapi itu masukan yang positif kan? Ya telah saya enggak tarik bila gitu,” jelas Purbaya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

