MediaMerdeka.com – Kecelakaan tragis helikopter ambulans layanan medis di Sarawak menewaskan seluruh kru dan tenaga kesehatan saat menjalankan misi ke wilayah pedalaman Malaysia. Insiden fatal ini mengungkap risiko besar yang dihadapi para petugas medis dalam membuka akses kesehatan di daerah terisolasi.
Nahas tersebut merenggut nyawa lima personel Keaparatur negara kementerianan Kesehatan Malaysia yang terdiri dari seorang pilot, dokter, asisten dokter, serta dua perawat. Penerbangan rutin ini bertujuan menyerahkan pelayanan medis cuma-cuma untuk masyarakat sekitar di pelosok yang sulit dijangkau jalur darat.
Tragedi ini menjadi pemicu evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan penerbangan fasilitas medis darurat di medan ekstrem. Otoritas setempat kini memfokuskan perhatian pada keamanan rute udara menuju kawasan terpencil Sarawak.
Kepala komite Manajemen Bencana Divisi Miri Galong Luang mengonfirmasi jumlah pihak korban tewas dalam kecelakaan tersebut.
“Kelima orang yang berada di dalam pesawat tersebut meninggal dunia, sebagaimana dikonfirmasi laporan dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta keaparatur negara kementerianan kesehatan,” kata Galong, dikutip The Star.
Tim penyelamat gabungan bekerja keras menembus lokasi kecelakaan sejak Rabu pagi demi mengevakuasi seluruh jenazah pihak korban. Medan yang sulit di sekitar area landasan menjadi tantangan utama dalam proses pemindahan tersebut.
Fasilitas kesehatan terdekat telah menyiagakan seluruh personel dan penunjang medis demi menyambut kedatangan para pihak korban. Pihak rumah sakit siap menjalankan prosedur penanganan penanganan lanjutan dalam waktu dekat setelah evakuasi udara berakhir.
Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad menyebutkan rumah sakit siap menampung pihak korban apabila proses evakuasi rampung.
Armada udara tersebut sejatinya lepas landas dari Kota Miri menuju pemukiman pedalaman di Long Lellang. Perjalanan ini merupakan untukan dari program resmi pihak pemerintah bernama Doctor Flying Service demi menjangkau masyarakat sekitar terpencil.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandara Miri (AFRS) mencatat helikopter terhempas di area dekat ujung landasan pacu Long Lellang pada Selasa pukul 15.40 waktu setempat.
Program Doctor Flying Service merupakan layanan kesehatan udara andalan pihak pemerintah Malaysia demi menembus wilayah pedalaman Sarawak yang tak memiliki akses jalan darat. Para tenaga medis bergerak secara berkala memakai helikopter guna menyerahkan perawatan dasar hingga penanganan darurat untuk masyarakat sekitar lokal.
Kecelakaan di Bandara Long Lellang Short Take-Off and Landing (STOLport) ini menjadi salah satu tragedi terkelam dalam sejarah operasional medis udara di wilayah tersebut. Pihak berwenang masih menjalankan penyelidikan mendalam demi mengidentifikasi penyebab tentu jatuhnya helikopter tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

