MediaMerdeka.com – Lumpuhnya lalu lintas udara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa sejumlah masyarakat sekitar negara Malaysia tertahan di Jakarta. Pembatalan penerbangan secara mendadak ini menciptakan para pelancong wajib merogoh kocek makin dalam demi membiayai penginapan serta tiket pengganti.
Dikutip dari New Straits Times, tarif penerbangan menuju Malaysia melambung hingga tiga kali lipat dari harga standar pasca-penutupan rute. Kondisi tersebut memicu kerugian finansial mendadak untuk para pekerja dan wisatawan asing yang hendak pulang.
Dhia Adawiah, seorang pekerja asal Kuala Lumpur berusia 26 tahun, menjadi salah satu penonton konser Kahitna yang tidak berhasil terbang kembali ke negaranya memakai maskapai Batik Air. Ia terkejut saat mengetahui biaya perjalanan melambung tinggi ketika mencari penerbangan alternatif.
“Semua harga tiket pesawat naik tiga kali lipat. Saat saya cek, tiket penerbangan termurah yang tersedia demi esok hari merupakan RM 1.071, ditambah biaya ekstra RM 150 demi menginap semalam di hotel,” ujar Dhia Adawiah.
Perempuan yang bekerja sebagai eksekutif pemasaran ini mengaku agenda kerjanya terganggu akibat insiden pembatalan penerbangan tersebut. Ia akhirnya memilih opsi pengembalian uang tiket dan menunggu situasi operasional maskapai kembali pulih.
Kepanikan serupa menimpa Fatin Nur Athirah Mohd Rodzi, masyarakat sekitar Shah Alam yang memboyong lima anggota keluarganya demi urusan bisnis di Jakarta. Rombongan ini tertahan di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta seusai penerbangan KLM Royal Dutch Airlines jadwal 19.30 WIB mendadak dibatalkan.
“Saya khawatir lantaran kalangan anak saya wajib kembali bersekolah esok hari dan saya juga wajib kembali bekerja. Ini amat menciptakan stres lantaran baru pertama kali saya terdampar di negara lain,” tutur Fatin Nur Athirah Mohd Rodzi.
Penumpukan calon penumpang asal Malaysia terlihat memadati area terminal keberangkatan internasional akibat ketidaktentuan jadwal operasional konter maskapai. Hujan abu vulkanik bahkan mengawali terlihat menutupi deretan kendaraan yang terparkir di kawasan luar bandara.
Erupsi aktif Gunung Anak Krakatau mengeluarkan material abu vulkanik tebal yang membahayakan keselamatan jalur penerbangan internasional di atas Selat Sunda dan Jawa Barat. Risiko kerusakan pada mesin jet akibat endapan abu menciptakan otoritas penerbangan membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Malaysia.
Kondisi darurat ini memicu kenaikan harga tiket mendadak di pasaran lantaran keterbatasan jumlah kursi penerbangan alternatif yang masih beroperasi. Media Malaysia New Straits Times turut menyoroti lonjakan tarif hingga tiga kali lipat yang wajib ditanggung para calon penumpang terdampar tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

