Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III, Potensi Erupsi Lanjutan Masih Tinggi

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda hingga kini masih bertahan pada Level III (Siaga) seiring masih tingginya probabilitas terjadinya letusan lanjutan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyebutkan, bahwa penetapan status tersebut merujuk pada analisis komprehensif Badan Geologi terhadap dinamika vulkanisme Gunungapi Anak Krakatau.

“Berdasarkan perkembangan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Probabilitas terjadinya letusan dalam sejumlah periode waktu setelah itu dinilai masih tinggi,” kata dia sebagaimana dilansir Antara, Jumat (11/9/2026).

Berton memaparkan bahwa meski periode erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam sejak 4 September telah berakhir, Gunung Anak Krakatau kini beralih memasuki fase erupsi Strombolian episodik yang tercatat sesejumlah 14 kali hingga Jumat pagi.

Dari evaluasi kegempaan, gempa vulkanik dangkal memang terpantau menurun, namun gempa vulkanik dalam justru merasakan kenaikan yang mengindikasikan masih berlangsungnya suplai magma dari kedalaman.

Hasil pengamatan pada 10-11 September 2026 mencatat terjadinya satu kali gempa erupsi, 21 kali gempa Low Frequency, 13 kali gempa Hybrid, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, 18 kali gempa Vulkanik Dalam, serta tremor menerus.

Ancaman bahaya yang perlu diwaspadai masyarakat sekitar pada saat ini meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta potensi aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Atas pertimbangan status Siaga Level III tersebut, BNPB mengingatkan kepada masyarakat sekitar, wisatawan, maupun pendaki bahwa menjalankan aktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif merupakan dilarang.

BNPB juga mengimbau masyarakat sekitar pesisir Banten dan Lampung demi tetap tenang, beraktivitas normal, serta tidak memercayai isu tsunami yang dikaitkan bersama erupsi Gunung Anak Krakatau apabila tidak bersumber dari kanal resmi pihak pemerintah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *