Spesifikasi Kapal Panama First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kapal kargo raksasa berbendera Panama menyenggol perahu nelayan asal China di tengah padatnya lalu lintas pelayaran Selat Singapura pada Kamis sore pekan lalu. Rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik benturan keras tersebut mendadak viral di media sosial sejak akhir pekan.

Video dari atas geladak memperlihatkan kapal kargo berukuran jauh makin besar mendesak perahu nelayan hingga air laut meluap membasahi seluruh deck. Para awak kapal kecil tampak berpegangan erat pada pagar pembatas agar tidak jatuh terpelanting saat hantaman terjadi.

Data navigasi mencatat kapal bulk carrier First Margaux sepanjang 229 meter menyenggol perahu Luqing Yuanyu 108 yang berukuran 49 meter sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Kedua armada tersebut diketahui bertolak dari lokasi labuh jangkar yang sama semasih belum akhirnya berada di satu jalur ke arah barat.

Analisis lalu lintas laut memperlihatkan First Margaux melaju makin cepat tiga knot saat berusaha menyalip perahu nelayan dari arah belakang. Posisi yang amat dekat menciptakan untukan haluan kapal kargo langsung menghantam lambung perahu hingga terputar.

Pakar maritim Sal Mercogliano menilai ada kebarangkalian kapal kargo tersebut terjepit oleh armada besar lain dari sisi berbeda berakibat ruang geraknya terbatas.

“Salah satu masalah dari video tabrakan kapal merupakan Anda cuma memperoleh satu sudut pandang,” tulis Sal Mercogliano di media sosial, dikutip dari scmp.

Ia mengimbuhkan bahwa kawasan tersebut merupakan jalur pelayaran teramat rumit di dunia.

“Selat Singapura merupakan salah satu wilayah lalu lintas teramat rumit dan tersibuk di planet ini,” tulisnya.

Meskipun sempat terpental akibat hantaman keras, perahu nelayan Luqing Yuanyu 108 dilaporkan tidak tenggelam dan sukses mencapai dermaga terdekat. Sinyal sistem identifikasi otomatis (AIS) milik perahu tersebut terus aktif memancar hingga Minggu.

Sementara itu, kapal kargo First Margaux sempat melanjutkan perjalanan ke arah barat selama dua jam semasih belum akhirnya berputar balik demi melabuhkan jangkar. Kapal buatan tiga tahun lalu berbobot 80.000 ton ini diketahui memiliki rekam jejak pemeriksaan yang bersih.

Tidak ada pihak korban jiwa maupun cedera yang dilaporkan dari peristiwa menegangkan di koridor maritim utama ini. Otoritas Maritim Panama menegaskan telah merilis tim khusus demi mengusut tuntas penyebab insiden tersebut.

Hingga pada saat ini Otoritas Pelabuhan dan Maritim Singapura masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kecelakaan laut tersebut. Proses pengumpulan informasi dari kedua pihak pemilik kapal masih terus berjalan.

Kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka sendiri merupakan urat nadi perdagangan global yang amat krusial lantaran menghubungkan berbagai benua. Lebih dari 40 persen komoditas perdagangan dunia serta bagaikanga pasokan minyak mentah jalur laut melintas di perairan sempit ini setiap harinya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *