MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Republik Indonesia bergerak cepat mengusut manifes awak kapal usai insiden penyenggolan dua kapal asing di perairan Selat Singapura pada Kamis (17/9/2026). Langkah ini diambil demi mengonfirmasi ada atau tidaknya masyarakat sekitar negara Indonesia yang menjadi pihak korban dalam musibah laut tersebut.
Hingga pada saat ini, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura menegaskan masih belum menemukan laporan keterlibatan maupun pihak korban dari pihak WNI. Pengawasan ketat terus berjalan demi mengonfirmasi keselamatan pekerja migran sektor maritim yang kerap bertugas di jalur pelayaran internasional tersebut.
Upaya pencarian data kemasyarakat sekitarnegaraan para kru kapal menjadi fokus utama tim diplomat Indonesia di lapangan pada saat ini. Ketentuan data manifest amat penting mengingat kawasan Selat Singapura kerap mempekerjakan awak kapal asal Indonesia.
Direktur Pelindungan WNI Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menegaskan pihak perwakilan diplomatik masih terus mengumpulkan data riil di lapangan.
“Hingga kini, KBRI Singapura masih belum menyambut baik informasi atau pengaduan mengenai adanya WNI yang menjadi pihak korban maupun terlibat dalam insiden tersebut,” kata Heni Hamidah dalam keterangan resminya.
Proses pengumpulan informasi mengenai jumlah total ABK beserta kondisi fisik kedua armada masih berlangsung secara intensif. Pihak KBRI menjalin komunikasi nonstop bersama otoritas pelabuhan setempat guna mengamankan data manifes resmi.
Sikap sigap siap ditunjukkan pihak pemerintah bilamana ditemukan identitas masyarakat sekitar negara Indonesia di antara para kru yang terlibat. Penanganan darurat serta pendampingan hukum akan langsung diberikan tanpa menunda waktu.
Insiden perairan ini melibatkan kapal First Margaux yang terdaftar di bawah bendera Panama bersama kapal penangkap ikan Luqing Yuanyu 108 milik China. Peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi di tengah padatnya lalu lintas pelayaran Selat Singapura pada pertengahan September 2026.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

