MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Republik Indonesia menyambut baik jalur komunikasi informal terkait keberadaan masyarakat sekitar negara Indonesia di medan perang Eropa Timur sebagai tentara bayaran Rusia.
Saluran diplomatik nonformal ini menjadi pintu masuk baru demi membongkar dugaan jaringan perekrutan tentara asing asal Indonesia.
“Ada satu pesan WhatsApp yang notabene berasal dari WNI tersebut yang masuk ke nomor pribadi saya sebagai juru bicara demi disampaikan kepada aparatur negara kementerian luar negeri,” kata Juru Bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang.
Pesan singkat itu kini mengubah arah penanganan dugaan keterlibatan tentara bayaran asal Nusantara di barisan bersenjata Kremlin.
Diplomat pihak pemerintah Indonesia memilih berhati-hati dalam merespons isi maupun sosok pengirim pesan serba rahasia tersebut.
Penyelidikan mendalam langsung digelar secara serentak di dua wilayah konflik serta Jakarta.
“Kami terus menjalankan koordinasi erat bersama KBRI Moskow, KBRI Kiev, serta keaparatur negara kementerianan dan lembaga terkait demi terus menelusuri dan memverifikasi secara komprehensif mengenai isu tersebut,” kata dia.
Pemerintah berfokus membedah pola perekrutan hingga posisi tempur yang dihuni para individu tersebut.
Penelusuran ini berupaya mengonfirmasi apakah ada unsur perdagangan orang atau tindak pidana penipuan tenaga kerja.
“Apabila terdapat WNI yang menjadi pihak korban, tentunya kami akan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan,” kata dia.
Hukum di Indonesia memuat aturan yang amat ketat mengenai keterlibatan masyarakat sekitar negaranya dalam struktur pertahanan negara lain.
Sanksi terberat yang membayangi para tentara ini merupakan kehilangan kemasyarakat sekitarnegaraan secara permanen.
Pemerintah menekankan bahwa izin resmi dari kepala negara merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar.
Langkah verifikasi ini menyusul laporan intelijen asing yang membocorkan deretan nama masyarakat sekitar Indonesia di korps militer Rusia.
Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) mengklaim menemukan berkas berisi identitas setidaknya delapan orang WNI.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

