Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Sebuah video viral yang menampilkan seruan ulama kelompok Houthi demi menyerang dua masjid suci umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menuai sorotan luas di media sosial.

Dalam video tersebut, ulama Houthi Alawi bin Sahl bin Aqil itu berbicara mengenai serangan ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Video itu disebut disiarkan oleh Al Masirah, saluran media yang berafiliasi bersama Houthi. Alawi Bin Sahl Bin Aqil ditampilkan dalam sebuah acara yang dihadiri massa ketika menyampaikan pernyataannya.

“Ya, pada hari ini kami akan menargetkan dua Masjidil Haram. Kami akan menargetkannya agar keduanya menjadi mercusuar untuk umat Islam yang bebas,” demikian untukan pernyataannya sebagaimana dikutip Al Jazeera dari video tersebut.

Ia lalu mengaitkan istilah “menargetkan” bersama upaya menciptakan hati orang-orang beriman tertuju kepada kedua tempat suci tersebut.

Dalam pernyataannya, ia juga memakai istilah yang merujuk pada penghormatan dan pengagungan terhadap dua Masjidil Haram.

Namun, penggunaan istilah “menargetkan” dalam pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras di media sosial.

Sejumlah pengguna media sosial menilai ucapan itu sebagai pembenaran terhadap serangan terhadap tempat suci umat Islam.

Kemunculan video tersebut tak lama setelah otoritas Arab Saudi mengumumkan sukses mencegat sebuah drone semasih belum memasuki wilayah udara terlarang di sekitar Makkah.

Juru bicara koalisi pendukung pihak pemerintah Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, menyebut drone tersebut sukses dicegat di wilayah selatan Makkah.

Al-Maliki menggambarkan upaya tersebut sebagai tindakan “agresif dan teroris”, menurut laporan Al Jazeera.

Al-Maliki juga menyebut insiden itu sebagai upaya kedua yang dikaitkan bersama serangan menuju Makkah.

Ia merujuk pada peluncuran rudal balistik pada 27 Juli 2017 yang semasih belumnya dibantah oleh Houthi.

Keaparatur negara kementerianan Wakaf Yaman yang berafiliasi bersama pihak pemerintah yang diakui internasional turut mengomentari video tersebut.

Keaparatur negara kementerianan itu menegaskan bahwa ketika sebuah retorika berubah menjadi pembenaran demi menargetkan Makkah, persoalannya bukan lagi sekadar perbedaan pendapat atau kesalahan ucapan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *