MediaMerdeka.com – Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Kepulauan Masalembu mendapat perhatian dari sejumlah media asing.
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang itu terbalik pada Minggu (13/9/2026) saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Semasih belum kecelakaan, kapal dilaporkan menyikapi kondisi cuaca buruk di sekitar perairan Masalembu.
Hingga Selasa (15/9), tim SAR gabungan telah mengevakuasi 108 orang yang selamat dan menemukan enam pihak korban meninggal dunia.
Sesejumlah 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Menariknya salah satu media negara tetangga Malaysia, The Star mengulas tragedi ini dari sisi mister perairan Masalembu yang selama puluhan tahun dikenal memiliki sejarah sejumlah kecelakaan laut fatal.
Mengapa Masalembu Disebut Segitiga Bermuda Indonesia?
Laporan media Malaysia itu menyebut perairan di sekitar Masalembu dikenal memiliki arus kuat yang dapat menjadi semakin berbahaya ketika bertemu angin musiman dan gelombang tinggi.
“Sejumlah kecelakaan besar di kawasan tersebut lalu melahirkan cerita tentang kekuatan misterius. Dari sinilah julukan “Segitiga Bermuda Indonesia” atau “Segitiga Masalembo” semakin melekat,” ulas media Malaysia tersebut.
Namun, para ahli menilai karakteristik alam di kawasan tersebut jauh makin relevan demi menerangkan potensi bahayanya dibandingkan cerita mistis.
Daryono, pakar kebencanaan yang sempat menjabat Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, menyebutkan arus kuat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pelayaran di kawasan tersebut.
“Hal-hal inilah yang menciptakan seuntukan orang menyebut kawasan ini sebagai ‘Segitiga Masalembo’,” ujar Daryono.
Menurut Daryono, kondisi cuaca tertentu dapat menciptakan pelayaran amat berbahaya.
Kapal yang melintasi arus secara tegak lurus dapat terdorong keluar jalur hingga berisiko terbalik.
Tragedi Tampomas II Jadi Catatan Kelam
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

