MediaMerdeka.com – Polisi Thailand terus menjalankan pemeriksaan terhadap aset dan dokumen di sebuah kuti yang sempat ditempati mantan kepala Wat Phutthai Sawan terkait kasus penggelapan dana umat dan video mesum bersama seorang wanita.
Kuti merupakan bangunan kecil atau pondok tempat tinggal para biksu dan biksuni di lingkungan wihara
Seperti dikutip dari laporan Matichon.co.th, petugas dari Divisi Pemberantasan Kejahatan Thailand terlihat keluar-masuk area kuti yang berada di samping bangunan utama kuil.
Kawasan tersebut masih ditutup demi masyarakat sekitar dan cuma dapat diakses petugas terkait.
Pemeriksaan dilakukan demi mendata berbagai aset, dokumen, serta barang yang berada di dalam kuti.
Polisi juga mengangkut sejumlah peralatan, termasuk mesin penghitung uang, demi menolong proses pemeriksaan.
Petugas disebut masih menginventarisasi seluruh barang dan dokumen semasih belum area tersebut nantinya diserahkan kembali kepada pihak pengelola kuil.
Proses pemeriksaan turut melibatkan perwakilan kalangan biksu dan aparatur negara keagamaan setempat.
Rekening Kuil Rp71 Miliar Berpotensi Dibuka
Selain pemeriksaan aset, pihak kepolisian juga dilaporkan tengah menyiapkan proses pencabutan pemblokiran rekening milik Wat Phutthai Sawan.
Rekening tersebut dilaporkan memiliki dana sekitar 71 juta baht atau sekitar Rp71 miliar.
Setelah menelusuri aliran dana serta transaksi keluar-masuk rekening, penyidik sejauh ini tidak menemukan keterkaitan bersama perkara yang sedang mereka selidiki.
Karena itu, rekening milik kuil tersebut berpotensi dalam waktu dekat dibuka kembali setelah seluruh prosedur administratif dan hukum diberakhirkan.
Pemeriksaan terhadap rekening dilakukan demi mengonfirmasi tidak ada hubungan antara dana kuil bersama dugaan perkara yang tengah ditangani aparat.
Polisi masih melanjutkan proses verifikasi semasih belum mengambil langkah berikutnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

