Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh mengimbau seluruh masyarakat sekitarnya demi tidak mendekati wilayah perbatasan Arab Saudi dan Yaman. Langkah tegas ini diambil pihak pemerintah AS setelah muncul risiko ancaman terorisme yang makin mengkhawatirkan di area tersebut.

“Kami menyarankan masyarakat sekitar kami demi tidak bepergian ke daerah perbatasan bersama Yaman lantaran risiko terorisme,” tegas pihak kedutaan melalui pernyataan resminya, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (16/9/2026).

Peringatan keamanan dari pihak AS ini memuncak persis ketika klaim serangan udara ke wilayah suci Mekkah memicu benturan narasi tajam antara koalisi Arab Saudi dan kelompok milisi Houthi.

Pertikaian diplomatik dan militer di kawasan batas negara ini menandai babak baru eskalasi keamanan yang kian memanas.

Ancaman keselamatan di zona perbatasan tersebut kini menjadi perhatian utama komunitas internasional yang memantau pergerakan milisi regional.

Kelompok Houthi secara terbuka menepis tuduhan pihak Arab Saudi yang menyebut mereka telah mengarahkan pesawat nirawak ke arah kota suci Mekkah.

Hizam al-Asad, yang merupakan anggota biro politik Houthi, secara tegas menyebut klaim dari pihak pemerintah Riyadh tersebut sebagai bentuk kebohongan publik.

“Klaim menyasar Mekkah yang mulia merupakan kebohongan memuakkan yang telah sempat dipakai semasih belumnya dan tidak lagi menipu siapa pun,” ujar al-Asad dalam sebuah unggahan di media sosial X.

Sikap keras yang ditunjukkan oleh perwakilan Houthi ini berbanding terbalik bersama pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh komando militer koalisi Arab Saudi.

Pihak koalisi mengklaim tindakan pertahanan udara mereka telah sukses mencegah potensi ancaman berbahaya yang mengarah ke fasilitas publik dan area pemukiman.

Pernyataan resmi dari koalisi Arab Saudi menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka sukses mencegat dan menghancurkan sebuah drone pada pukul 21.50 GMT.

Drone yang bergerak liar tersebut terdeteksi tengah terbang menuju kawasan ruang udara Mekkah semasih belum akhirnya dilumpuhkan di udara.

“Upaya bermusuhan dan teroris ini merupakan upaya kedua yang menyasar Mekkah setelah upaya pertama melalui rudal balistik pada 27 Juli 2017,” jelas pihak koalisi dalam keterangan tertulisnya.

Penghadangan ini menjadi bukti bahwa kawasan udara di sekitar wilayah perbatasan masih berada dalam jangkauan persenjataan tempur.

Koalisi militer mengonfirmasi bahwa kewaspadaan tinggi akan terus diberlakukan di seluruh garis batas wilayah udara nasional mereka.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *