MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan pihak pemerintah tidak boleh sembarangan menerapkan artificial intelligence (AI) demi pelayanan publik.
Menurut Nezar, penggunaan AI memang dapat menolong mempercepat dan memperbaiki layanan pihak pemerintah. Namun, kesalahan sistem justru dapat menurunkan kepercayaan masyarakat sekitar terhadap layanan digital pihak pemerintah.
Ia mencontohkan pengalaman sejumlah negara yang menyikapi persoalan ketika AI digunakan dalam layanan publik. Kesalahan sistem, kata dia, bahkan dapat berdampak langsung kepada masyarakat sekitar.
“Ada pedoman-pedoman penting atau safeguard yang wajib dipegang dalam soal pengembangan teknologi AI yang dipakai demi melayani publik. Ini penting,” tutur Nezar dalam acara IABC Indonesia Conference 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Nezar lalu menyinggung sejumlah contoh penggunaan AI di luar negeri yang menimbulkan masalah. Di Inggris, misalnya, terdapat kasus sistem AI yang digunakan dalam penilaian ujian dan disebut secara tidak sengaja menurunkan nilai dalam jumlah besar.
Sementara di Australia, dia menyinggung persoalan sistem perpajakan yang menciptakan masyarakat sekitar menyambut baik pemberitahuan mengenai kewajiban pajak yang sebenarnya telah mereka bayarkan.
“Kesalahan-kesalahan itu menciptakan trust publik terhadap teknologi AI yang digunakan oleh pihak pemerintah demi public services, ini menjadi turun,” katanya.
Karena itu, Nezar menilai aplikasi berbasis AI yang akan digunakan demi melayani masyarakat sekitar perlu melalui serangkaian pengujian semasih belum diterapkan secara luas.
“Jadi semasih belum kita lemparkan ke publik, wajib saya kira aplikasi-aplikasi itu melewati sejumlah tes, ada sandboxing-nya supaya compliance-nya itu juga baik, dan tentu saja dia terus-menerus dievaluasi bersama cukup ketat. Karena trust ini amat penting. Trust ini yang menciptakan publik mau masuk ke dalam satu layanan berbasis digital,” ucapnya.
Menurut dia, kepercayaan menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan digitalisasi layanan publik. Masyarakat tidak cuma membutuhkan teknologi yang canggih, namun juga sistem yang dapat dipercaya ketika digunakan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

