MediaMerdeka.com – Perang Arab Saudi vs Houthi makin panas. untungnya Pemerintah Yaman menggempur markas kelompok Houthi di wilayah Mocha dan Marib. Eskalasi militer ini terjadi di tengah krisis amunisi rudal pencegat yang melanda militer Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi kini terdesak hingga mengimbau bantuan mendesak kepada sejumlah negara sekutu demi memperkuat sistem pertahanan udara mereka. Dikutip dari Al Jazeera, bantuan darurat tersebut diminta langsung kepada Prancis, Pakistan, Mesir, hingga Inggris guna menahan gempuran udara Houthi.
Pemasok senjata utama Riyadh, Amerika Serikat, juga merasakan penurunan drastis pada cadangan rudal pencegat miliknya akibat ketegangan berkelanjutan bersama Iran. Meski demikian, Washington mengonfirmasi pengawasan ketat terhadap dinamika medan tempur tetap berjalan.
Juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Tim Hawkins, menegaskan kemitraan pertahanan bersama Riyadh masih berjalan solid.
“Kemitraan militer bersama mitra Saudi kami telah berlangsung lama, dan Anda menyaksikan hal itu terwujud pada hari ini,” ujar Hawkins kepada Al Jazeera.
Di tengah pertempuran yang membara, diplomat Amerika Serikat justru menggelar pertemuan tatap muka secara rahasia bersama utusan Houthi di Muscat, Oman. Diskusi tertutup di Kedutaan Besar Amerika Serikat tersebut bertujuan membatasi potensi perluasan konflik di lintasan laut internasional.
Pihak Houthi menyerahkan jaminan tertulis demi tidak memicu konfrontasi langsung bersama armada kapal perang maupun niaga milik Amerika Serikat. Kelompok tersebut menegaskan komitmen penuh mereka pada kesepakatan penghentian tembak-menembak tahun 2025 yang telah disepakati bersama Washington.
Pada waktu bersamaan, diplomat senior Amerika Serikat demi Yaman, Neil Hop, menegaskan dukungan tanpa batas kepada pihak pemerintah resmi Yaman. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung Hop saat bertemu Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah al-Zouba.
“Amerika Serikat berdiri dalam solidaritas bersama pihak pemerintah dan rakyat Yaman melawan agresi Houthi yang didukung Iran,” tulis pernyataan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat mengutip Hop.
Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran demi menghancurkan pos pertahanan serta perlengkapan perang Houthi di sekitar pelabuhan strategis Mocha. Pasukan darat pihak pemerintah Yaman melengkapinya bersama menerjunkan armada drone tempur ke wilayah utara Marib.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi intensitas serangan udara koalisi yang meluas ke berbagai provinsi.
“Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara yang menargetkan Provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah selama 24 jam terakhir,” kata Saree.
Houthi membalas gempuran tersebut bersama merudal Pangkalan Udara Khamis Mushait serta fasilitas kilang minyak di kota pelabuhan Yanbu. Pertempuran sengit di udara ini menandai tahap baru konfrontasi kedua belah pihak.
Klaim krusial muncul saat Houthi menegaskan sukses menjatuhkan jet tempur F-15 milik Arab Saudi di atas wilayah udara Marib. Penembakan tersebut diklaim memakai sistem rudal darat-ke-udara buatan lokal.
Koresponden Al Jazeera demi Yaman, Yousef Mawry, menilai jatuhnya jet tempur tersebut dapat merusak dominasi mutlak militer koalisi.
“Penjatuhan pesawat tempur Saudi amat barangkali berarti perubahan dalam keseimbangan kekuatan, mengingat Arab Saudi amat bergantung pada kemampuan melancarkan serangan udara terhadap posisi Houthi di berbagai provinsi,” tutur Mawry.
Konflik bersenjata Yaman merupakan perang berlarut yang melibatkan kelompok Houthi berdukungan Iran melawan pihak pemerintah resmi Yaman yang didukung koalisi militer Arab Saudi. Pertempuran ini memperebutkan kendali atas wilayah-wilayah strategis, pelabuhan utama, serta pusat sumber daya energi di seluruh negeri.
Intervensi Amerika Serikat dan negara-negara Barat bertindak sebagai penyeimbang geopolitik di kawasan Semenanjung Arab. Namun, penyusutan stok senjata pencegat dan keterlibatan saluran diplomasi belakang layar memperlihatkan dinamika perang yang kian kompleks untuk seluruh pihak.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

