Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Seluruh masyarakat sekitar negara Indonesia WNI yang berdomisili atau berada di Arab Saudi diminta dalam waktu dekat memperketat kewaspadaan diri. Langkah antisipasi ini mendesak dilakukan menyusul ancaman keamanan regional akibat serangan pesawat nirawak dari kawasan Yaman.

Otoritas setempat sempat menetapkan siaga bahaya di kawasan strategis bagaikan Makkah, Jeddah, hingga Taif. Pemerintah Indonesia mengonfirmasi perlindungan maksimal dan komunikasi aktif terus berjalan demi menjamin keselamatan seluruh WNI.

“Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI demi tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah.

Perwakilan RI bergerak cepat memperketat pemantauan berkala guna memetakan posisi seluruh masyarakat sekitar di area terdampak. Hingga pada saat ini, masih belum ditemukan adanya pihak korban maupun kerugian yang menimpa masyarakat sekitar Indonesia di sana.

“Perwakilan RI di Arab Saudi juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif bersama otoritas setempat,” katanya.

Sinyal bahaya sempat memaksa masyarakat sekitar lokal maupun pendatang demi berlindung di dalam gedung. Pihak Pertahanan Sipil Kerajaan kini telah mencabut status darurat tersebut setelah ruang udara dinyatakan kondusif.

Militer Kerajaan Arab Saudi sukses menetralisir satu unit pesawat tanpa awak yang mengarah ke zona terlarang. Penyadapan taktis tersebut dilakukan semasih belum armada udara musuh menembus perimeter Kota Suci Makkah.

“Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, semasih belum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah,” kata juru bicara tersebut, menurut laporan kantor berita Arab Saudi SPA.

Insiden pencegatan di sektor selatan ini mencatatkan riwayat serangan kedua yang mengincar kawasan sakral umat Islam. Peristiwa serupa semasih belumnya sempat terjadi ketika milisi meluncurkan rudal balistik pada pertengahan 2017.

Di sisi lain, kubu Gerakan Ansar Allah menepis tuduhan bahwa aksi militernya menyasar kawasan suci keagamaan. Pihaknya menegaskan bahwa operasi pertahanan mereka sama sekali tidak ditujukan demi mengganggu ketenangan tempat ibadah.

“Kami bersama tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya,” kata sumber militer bagaikan dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba, Selasa (15/9).

Pemerintah menyediakan saluran telepon khusus yang beroperasi secara penuh demi merespons kondisi darurat masyarakat sekitar. Layanan bantuan ini teruntuk demi wilayah hukum Riyadh serta kawasan Jeddah dan sekitarnya.

Apabila berada dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah via hotline +966 50 360 9667.

Konflik bersenjata antara koalisi militer pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman telah berlangsung selama bertahun-tahun. Eskalasi ketegangan lintas batas ini kerap memicu ancaman keamanan udara yang membahayakan kawasan sipil serta pusat aktivitas publik di Arab Saudi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *