Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Akademisi dari Universitas Indonesia, Prof. Yulianto S. Nugroho menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa metode water bombing demi pemadaman karhutla di lahan gambut tidak efektif.

Yulianto memberi masukan tersebut dalam sesi diskusi terkait penanganan lahan gambut pada potensi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) bersama kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, ada sejumlah yang perlu dicermati. Utamanya merupakan sifat gambut yang amat sulit dipadamkan ketika telah mengawali terbakar.

Penyebab gambut sulit dipadamkan merupakan lantaran gambut memiliki sifat hidrofobik ketika telah merasakan proses pengeringan yang amat ekstrem.

Ada sejumlah poin yang barangkali eh amat penting eh perlu kita cermati bahwa eh gambut ini amat sulit dipadamkan ketika telah mengawali terbakar. Mengapa demikian? Karena eh gambut ini memiliki sifat hidrofobik ketika telah merasakan proses pengeringan yang amat ekstrim.

Yulianto memaparkan hasil penelitian memakai water spray di skala laboratorium, didapatkan angka kurang makin demi memadamkan 1 kilogram gambut membutuhkan 6 liter air.

“Ini angka yang menakjubkan berakibat bila kita punya 1 hektar lahan gambut begitu, ya mohon dikoreksi, kita membutuhkan kurang makin 200 ribu liter sampai 1 juta liter. Ini luar biasa,” kata Yulianto.

Yulianto menegaskan penanganan yang teramat efektif merupakan pencegahan terjadinya kebakaran. Mengingat upaya memadamkan gambut yang amat sulit.

Meski demikian, menurutnya potensi kebakaran masih dapat terjadi berakibat perlu pengembangan cara mendeteksi sedini barangkali.

Salah satunya dalam skala kecil dan sebagainya, memakai thermal camera, infrared, demi menemukan titik panas atau hotspot.

“Dan dari hasil penelitian yang kami lakukan, itu kita menemukan bahwa apabila kita menjalankan injeksi ke dalam lapisan gambut, ini amat mempercepat proses. Namun demikian, kita tahu sendiri bila telah di lahan gambut, aksesnya amat sulit. Oleh lantaran itu, kembali mencegah menjadi salah satu kuncinya,” kata Yulianto.

Sementara itu mengenai metode water bombing, Yulianto menyampaikan upaya tersebut tidak efektif demi memadamkan gambut yang terbakar.

“Seperti yang kami sampaikan tadi, apakah water bombing itu efektif? Kalau menyaksikan data yang kami miliki, itu tidak efektif Bapak Presiden. Tetapi barangkali itu upaya yang barangkali dapat kita lakukan demi kondisi-kondisi yang amat ekstrem,” kata Yulianto.

“Oleh lantaran itu, eh kami mendorong eh korporasi juga perlu dilengkapi bukan cuma oleh tadi tim dan embung dan sebagainya, tapi pendeteksian yang memakai teknologi,” sambungnya.

Pendeteksian tersebut dapat melalui penggunaan drone atau menara monitor demi menemukan hotspot agar dapat ditangani sedini barangkali.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *