Isu Haji Isam Caplok BCA Usai Borong Saham BYAN, Ini Kronologinya

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasar modal tanah air belakangan ini dihebohkan oleh spekulasi yang menyebutkan bahwa pengusaha kondang Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang makin dikenal luas bersama sapaan Haji Isam, berencana akusisi saham PT Bank Central Asia Tbk (kode saham: BBCA). 

Merespon kabar yang bergulir tak terkendali tersebut, manajemen PT Bank Central Asia Tbk akhirnya angkat bicara demi meluruskan kesimpangsiuran informasi. Pihak bank swasta terbesar di Indonesia ini bersama tegas membantah seluruh narasi yang mengaitkan perseroan bersama rencana pencaplokan oleh bos Jhonlin Group tersebut.

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BBCA Hera F. Haryn dalam keterangan tertulisnya.

Hera menekankan bahwa komitmen utama perseroan pada saat ini merupakan terus menjalankan kegiatan operasional perbankan bersama standar tinggi. BCA mengonfirmasi setiap langkah bisnisnya senantiasa mengedepankan keamanan dana nasabah, menjaga integritas korporasi, serta mematuhi seluruh regulasi dari otoritas terkait.

“BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” tandasnya.

Klarifikasi Resmi dari Pihak Jhonlin Group

Sejalan bersama bantahan dari pihak BBCA, Kuasa Hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, turut menyerahkan pernyataan tegas di ruang publik. Ia mengonfirmasi bahwa kabar burung mengenai rencana akuisisi raksasa perbankan BCA oleh Haji Isam merupakan informasi palsu alias hoaks.

Junaidi menegaskan bahwa hingga pada saat ini, tidak sempat ada pernyataan resmi, baik dari manajemen internal Jhonlin Group maupun dari pihak-pihak berkepentingan lainnya, yang mengarah pada manuver ke sektor perbankan.

Oleh lantaran itu, ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat sekitar, khususnya para tersangka pasar modal, agar tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang berseliweran di berbagai platform digital. Setiap informasi krusial terkait aksi korporasi wajib senantiasa dirujuk pada sumber resmi yang memiliki kredibilitas dan dapat diverifikasi kebenarannya melalui jalur keterbukaan informasi bursa.

Fakta Sebenarnya: Caplok 30 Persen Saham Bayan Resources

Penelusuran makin lanjut terhadap dinamika pasar membuktikan bahwa nama Haji Isam dan entitas Jhonlin Group memang sedang hangat diberitakan terkait aksi korporasi berskala raksasa.

Namun, target ekspansi bisnis triliuner asal Kalimantan Selatan tersebut sama sekali tidak menyentuh sektor perbankan bagaikan BBCA. Arah investasi Jhonlin justru tertuju pada sektor pertambangan batu bara, tepatnya bersama mengakuisisi kepemilikan di PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa Haji Isam melalui sayap korporasinya, PT Jhonlin Baratama, baru saja mengakuisisi 30 persen dari total saham BYAN yang beredar di bursa.

Transaksi bernilai fantastis ini telah diumumkan secara transparan oleh manajemen BYAN melalui saluran keterbukaan informasi pada pertengahan September 2026.

Dalam dokumen keterbukaan tersebut, PT Jhonlin Baratama dilaporkan telah menyepakati perjanjian jual beli saham bersyarat bersama taipan Low Tuck Kwong beserta putrinya, Elaine Low.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *