Menkeu Suahasil Mau Bersih-bersih Bea Cukai, Minta Integritas hingga Tak Persulit Impor

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengakui ingin membenahi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) demi memperkuat pengawasan terhadap barang impor ilegal.

Menkeu Suahasil menyebut, elemen pertama yang demi memperkuat pengawasan tersebut merupakan sumber daya manusia (SDM). Ia menilai tidak barangkali membersihkan barang impor ilegal apabila SDM justru tidak bersih.

“Nomor satu, yang teramat penting merupakan sumber daya manusia. Tidak barangkali membersihkan bila yang membersihkan itu tidak bersih,” katanya dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Bendahara Negara mengimbau seluruh petugas Bea Cukai yang ada di lapangan dapat mengonfirmasi bekerja bersama tertib, disiplin, meningkatkan kompetensi, hingga memiliki integritas.

“Kita akan mengonfirmasi bahwa aturan yang ada dapat mendukung Anda menjalankan hal tersebut. Jadi nomor satu, saya senantiasa percaya nomor satu merupakan orangnya, orangnya mesti berintegritas,” timpal dia.

Elemen kedua demi memperkuat pengawasan impor ilegal merupakan memperkuat teknologi yang dimiliki Bea Cukai. Jika petugas telah memiliki integritas, hal itu menjadi sia-sia apabila mereka tidak memanfaatkan teknologi.

Ia menilai teknologi diperlukan apabila skala pekerjaan demi pengawasan impor semakin besar. Suahasil mengimbau pegawai Bea Cukai demi tak sekadar mengecek kontainer secara manual, tapi juga memperkuat teknologi bagaikan X-ray.

“Ini kombinasi antara SDM bersama teknologi bersama sistem. Seperti tadi kita dengarkan salah satu cara menjalankan penyelundupan masuk ini merupakan bersama mengganti nomor HS (Harmonized System Code), mengganti jenis barang. Dan itu merupakan alert dari teman-teman di lapangan lantaran ada teknologinya, alert: ‘Wah ini diganti nih. Pemberitahuan impornya diubah.’ Nah bila diubah, itu alert, lalu lakukan pengecekan,” bebernya.

Elemen ketiga yakni efisiensi cara kerja. Suahasil mendesak pengawasan yang diperlakukan petugas Bea Cukai justru tidak memperlambat arus barang yang masuk ke Indonesia.

Ia menyebutkan, seuntukan besar dari arus barang yang masuk merupakan komoditas yang diperlukan demi perekonomian Indonesia, baik demi produksi maupun konsumsi masyarakat sekitar.

“Nah ketika memfasilitasi ini dilakukan bersama proses bisnis yang baik. Tidak boleh memperlama proses pengawasan, namun wajib tetap aman. Karena itu kombinasi dari sumber daya manusia, teknologi, dan cara kerja yang terus kita perbaiki menjadi kunci dari pengawasan yang makin baik ke depannya. Tetap menumbuhkan ekonomi, namun juga tetap melindungi masyarakat sekitar kita,” jelas Suahasil.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *