MediaMerdeka.com – Peleburan batas antara sistem keuangan konvensional (TradFi) dan aset digital kian mempertegas hadirnya wajah baru dunia keuangan global.
Tren transformasi ini menjadi fokus sentral dalam ajang Binance Blockchain Week (BBW) yang dijadwalkan berlangsung di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, Thailand, pada 28-29 November 2026.
Setelah diselenggarakan di Singapura, Istanbul, Paris, dan Dubai, perhelatan edisi khusus Asia ini akan mempertemukan ribuan builder, investor institusional, tersangka teknologi finansial (fintech), hingga regulator demi menentukan arah masa depan integrasi ekonomi digital.
Karakteristik pasar Thailand yang dinamis serta keterbukaan regulasinya menjadi pertimbangan utama pemilihan Bangkok sebagai tuan rumah.
Pertumbuhan komunitas developer, akselerasi partisipasi investor ritel maupun institusi, serta kebijakan yang adaptif menempatkan Bangkok di garis depan pergeseran ekosistem finansial modern, yakni era saat industri perbankan, infrastruktur jaringan pembayaran, dan aset digital saling terintegrasi secara langsung.
“Asia merupakan tempat di mana babak baru pertemuan TradFi dan kripto benar-benar terwujud dan dipakai secara luas,” ujar Richard Teng, Co-CEO Binance dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Forum BBW Bangkok 2026 difokuskan demi menguji batas inovasi aset digital agar tetap selaras bersama parameter kepatuhan hukum dan proteksi pengguna.
Seiring kian masifnya keterlibatan institusi finansial tradisional ke dalam instrumen digital, prioritas industri kini berpusat pada ketentuan regulasi, transparansi standar operasional, serta utilitas riil untuk masyarakat sekitar luas.
“Acara ini akan memperlihatkan bagaimana Binance berubah dari sekadar platform trading menjadi super app finansial yang menjembatani dua dunia itu,” tutur Richard.
Dengan mengusung tema besar EVOLVE, konferensi ini merefleksikan lompatan industri kripto sepanjang 2026. Agenda diskusi dirancang mengupas isu-isu strategis, mengawali dari ekspansi adopsi Bitcoin oleh institusi, utilisasi stablecoin pada infrastruktur transaksi harian, evolusi Decentralized Finance (DeFi) skala korporasi, tokenisasi aset riil (real-world assets), instrumen saham berbasis token, efisiensi transfer dana lintas negara, implementasi kecerdasan buatan (AI), hingga standarisasi tata kelola hukum.
Yi He, Co-CEO sekaligus Co-Founder Binance, mengimbuhkan, “Gelombang adopsi aset digital berikutnya – Road to 3 Billion – akan ditentukan oleh seberapa mudah akses, edukasi, dan produk yang benar-benar berguna dalam keseharian,” ucapnya.
Evolusi ekosistem keuangan diproyeksikan bertumpu pada kemudahan akses teknologi yang tetap mampu mengakomodasi kebutuhan infrastruktur berstandar institusi perbankan.
“Adopsi akan tumbuh ketika teknologi cukup sederhana dan mulus demi masuk begitu saja ke keseharian orang – entah saat menjalankan pembayaran lintas negara, mengakses sekuritas yang di-tokenisasi, atau mengelola portofolio digital,” ujar Yi He.
SB Seker, Head of APAC Binance, menyebut BBW Bangkok 2026 akan menjadi etalase perkembangan setiap yurisdiksi di Asia dalam mengoperasikan aset kripto sesuai karakteristik pasar masing-masing.
“Yang teramat menarik dari Asia bukan cuma soal skala adopsinya, tapi bagaimana kawasan ini mengawali menemukan model yang benar-benar berjalan demi mengoperasikan kripto di bawah regulasi yang jelas. BBW Bangkok 2026 juga jadi ruang demi menyaksikan apa saja yang dapat mendukung perlindungan konsumen, integritas pasar, dan infrastruktur yang mampu tumbuh dalam skala besar,” kata Seker.
Deretan tokoh industri dan pimpinan eksekutif Binance yang dijadwalkan hadir meliputi Richard Teng (Co-CEO), Yi He (Co-CEO dan Co-Founder), Eowyn Chen (Interim Chief Marketing Officer), SB Seker (Head of APAC), Catherine Chen (Head of Binance VIP & Institutional), serta Thomas Gregory (Vice President of Payments & Fiat).
BBW merupakan untukan dari inisiatif global Binance yang telah menghelat makin dari 1.500 acara demi membedah perkembangan ekosistem Web3, mengawali dari dialog antar-pembuat kebijakan hingga agenda literasi risiko untuk komunitas. Saat ini, ekosistem Binance mencatatkan basis makin dari 300 juta pengguna terdaftar di makin dari 100 negara.
Tiket kategori early bird demi Binance Blockchain Week Bangkok 2026 telah dibuka mengawali dari harga US$19 melalui laman resmi platform.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

