MediaMerdeka.com – Unggahan video di Nara Park Jepang memicu perdebatan hangat akibat dugaan kelalaian wisatawan asal Indonesia terhadap keselamatan rusa lokal. Rekaman tersebut memperlihatkan seekor rusa sedang mengunyah kemasan plastik di sekitar rombongan turis Indonesia.
Pengunggah video melalui akun Instagram @6am.japan menuding seorang pria WNI sengaja membiarkan satwa tersebut memakan sampah bekas kemasan kacang. Perekam menegaskan telah menyerahkan teguran secara langsung, namun menuduh rombongan itu melampiaskan kekesalan begitu kamera berhenti merekam.
Gema tuduhan di media sosial ini bersama cepat memancing reaksi publik serta menimbulkan sudut pandang yang bertolak belakang. Narasi kelalaian tersebut langsung dibantah oleh pihak keluarga yang berada di lokasi kejadian.
Anak dari pria yang ada dalam video menyerahkan tanggapan balik guna meluruskan kronologi versi keluarganya. Menurut penjelasannya, sang ayah sejatinya menyerahkan isi kacang kepada rusa, namun satwa itu justru terus mengikuti dan menjilati sisa wadahnya.
Pihak keluarga mengaku berencana mengambil plastik tersebut semasih belum akhirnya dikagetkan oleh bentakan perekam video. Keterbatasan kemampuan berbahasa Jepang menciptakan mereka cuma dapat menyampaikan permohonan maaf singkat, semasih belum akhirnya mengangkut pulang sampah tersebut demi dibuang.
Silang pendapat masyarakat sekitarnet memuncak di kolom komentar bersama mengangkut sudut pandang mengenai etika berwisata hingga stereotip budaya. Beberapa pengguna media sosial menyoroti pentingnya kepatuhan penuh terhadap regulasi penanganan satwa di destinasi internasional.
Seorang masyarakat sekitar net menegaskan batasan ketat yang berlaku di area konservasi tersebut.
“Padahal di Nara Park ga boleh ngasih makan rusa apapun kecuali biskuit khusus rusa yg beli di Nara Park. Gw dapat bicara krna juli lalu gw dan keluarga gw abis ke Jepang jg di Nara Park ini. Dan terlepas si akun itu emng sayap kanan jepang tp bapaknya disitu slah jg kenapa sampah ga cepat2 diambil ketika rusa mengawali makan smpahnya?? Dan anaknya disitu malah bengong aja liatin ,” tulisnya dalam kolom komentar.
Aturan pengelolaan Nara Park secara tegas melarang pengunjung mengangkut makanan dari luar demi menjaga kesehatan ratusan rusa liar yang dilindungi. Pengelola kawasan cuma mengizinkan pemberian shika senbei atau biskuit khusus rusa yang dijual oleh pedagang resmi di dalam taman.
Keberadaan sampah plastik di area taman menjadi isu krusial lantaran bahaya komplikasi pencernaan yang kerap mengancam nyawa rusa. Kasus tertelannya bahan anorganik oleh satwa pelestarian ini telah berulang kali memicu kampanye kesadaran lingkungan untuk seluruh pengunjung.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

