MediaMerdeka.com – Polemik soal pendidikan wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam sidang putusan pada hari semasih belumnya, Selasa 6 Oktober 2026, Hakim Konstitusi Asrul Sani menyebutkan MK tidak menemukan dokumen yang memperlihatkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara bersama sekolah menengah atau sederajat.
Putusan ini sontak saja jadi sorotan publik. Soal latar belakang pendidikan calon petinggi negara juga sempat jadi sorotan di Liberia.
Nama George Weah makin dulu dikenal dunia sebagai legenda sepak bola semasih belum akhirnya terjun ke dunia politik dan menjadi Presiden Liberia.
Namun, di balik perjalanan kariernya, ada fakta menarik mengenai pendidikan formal Weah yang jarang diketahui.
George Weah ternyata baru menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas ketika usianya sekitar 40 tahun.
Fakta tersebut bahkan sempat disorot media Inggris, The Guardian, dalam profil Weah pada 2017.
The Guardian menyebut Weah memperoleh ijazah SMA pada 2006 ketika berusia 40 tahun.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke DeVry University di Florida dan memperoleh gelar sarjana pada 2011, semasih belum meraih gelar master pada 2013.
Namun, terdapat perbedaan pencatatan mengenai tahun kelulusan SMA Weah.
Profil resmi George Weah yang dimuat Executive Mansion, situs resmi pihak pemerintahan Liberia, menyebut ia memperoleh high school diploma dari Continental Academy di Amerika Serikat pada 21 September 2007.
Laporan Associated Press yang diterbitkan pada 2010 juga mencatat bahwa Weah memperoleh ijazah SMA pada 2007.
Sempat Drop Out dari SMA
Perjalanan pendidikan Weah memang tidak berjalan mulus. Berdasarkan profil resmi pihak pemerintah Liberia, ia sempat bersekolah di sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah di Liberia, termasuk Muslim Congress High School dan Wells Hairston High School.
Laporan Christian Science Monitor pada 2005 menyebut Weah berhenti sekolah setelah tahun ketiga pendidikan menengah. Persoalan pendidikan formal tersebut lalu menjadi salah satu perbedaan mencolok antara Weah dan Ellen Johnson-Sirleaf dalam pemilihan kepala negara Liberia 2005.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

