Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengonfirmasi penanganan kejadian yang melibatkan siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilakukan sesuai prosedur bersama mengutamakan pendekatan rehabilitasi dan mitigasi atau pencegahan. Peristiwa tersebut juga menjadi bahan evaluasi demi memperkuat pengawasan, mitigasi, dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tentu kita akan coba mencarikan solusi terbaik. Kita tidak akan juga membiarkan, tapi kita akan carikan solusi terbaik. Dan ini menjadi bahan evaluasi buat kami juga,” kata Gus Ipul seusai menghadiri kegiatan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026) malam.

Gus Ipul menerangkan pihaknya telah berkomunikasi bersama orang tua siswa yang terlibat demi membicarakan langkah penanganan terbaik. Pendekatan yang dilakukan tidak cuma berfokus pada penyelesaian persoalan, namun juga pemulihan kondisi psikososial siswa agar mereka dapat kembali mengikuti proses pembelajaran bersama baik.

“Kalau mereka ada apa-apa, kita akan lakukan rehabilitasi, kita akan lakukan pendekatan psikososial agar seluruhnya dapat nanti mengikuti pembelajaran lagi di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa siswa Sekolah Rakyat berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, berakibat proses beradaptasi pada sistem sekolah berasrama terkadang ada kesalahpahaman. Oleh lantaran itu, pendampingan dari para guru dan tenaga kependidikan (tendik) amat krusial.

“Itu barangkali ada kesalahpahaman, atau barangkali ada hal-hal yang tidak terpantau oleh tenaga pendidikan di sana, telah dilakukan komunikasi bersama orang tuanya,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa di Sekolah Rakyat tidak boleh ada tiga dosa besar dunia pendidikan, yakni perundungan atau bullying, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi, baik dilakukan oleh siswa, guru, ataupun tendik.

Jika ditemukan ada pelanggaran, maka demi guru atau tendik akan menyambut baik sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Namun pada siswa, diutamakan demi proses rehabilitasi, mengingat siswa SR yang berasal dari berbagai latar belakang dan masih dibawah umur.

“Ini kan masih di bawah umur, ada prosedurnya. Ya barangkali rehabilitasi, barangkali akan ada rehabilitasi. Tentu ini akan kita tangani bersama prosedur yang ada,” jelasnya.

Gus Ipul menyebutkan bahwa disamping penanganan yang terus dilakukan, Sekolah Rakyat juga akan terus dibenahi. Upaya pencegahan perundungan dan kekerasan menjadi untukan penting dalam mewujudkan Sekolah Rakyat sebagai tempat belajar yang aman untuk seluruh siswa.

“Kita akan coba mitigasi, kita akan terus perkuat pengendalian, kita akan berkuat pencegahan supaya hal-hal itu tidak terjadi,” pungkasnya.

Melalui langkah penanganan dan evaluasi berkelanjutan, Kemensos menegaskan komitmen demi mengonfirmasi Sekolah Rakyat tidak cuma menjadi ruang untuk siswa demi memperoleh pendidikan, namun juga lingkungan yang melindungi, mendukung tumbuh kembang, serta membangun karakter anak. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *