Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Transformasi digital telah mendorong konektivitas global ke titik tertinggi. Kolaborasi lintas negara kini menjadi rutinitas yang tak dapat dihindari dari aspek personal maupun industri.

Namun, tingginya kecepatan adopsi infrastruktur digital kerap kali terhambat oleh kemampuan komunikasi sumber daya manusia (SDM).

Kecerdasan buatan (AI) pun mengawali dimanfaatkan demi menolong mengatasi hambatan bahasa ini. Teknologi ini juga digunakan demi meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kerja agar mampu menyikapi tuntutan industri global.

Langkah tersebut turut dilakukan salah satu penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran nasional. Mereka mengambil langkah taktis demi merombak strategi pengembangan talenta mereka.

PT Artajasa Pembayaran Elektronis, pengelola jaringan ATM Bersama, menjalankannya lewat program Artajasa Global Talent Readiness Program.

Dalam program tersebut, Artajasa bekerja sama bersama ELSA Business, platform pembelajaran bahasa Inggris berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri pegawai saat berkomunikasi bersama mitra internasional.

Inisiatif ini juga sejalan bersama kebutuhan dunia kerja yang semakin terhubung melalui teknologi digital dan kolaborasi lintas negara.

Kebutuhan Komunikasi Meningkat di Era Digital

Artajasa mengelola infrastruktur sistem pembayaran yang terhubung bersama berbagai institusi dan terminal di Indonesia. Layanannya juga mencakup sejumlah sektor, mengawali dari telekomunikasi hingga transportasi dan perdagangan elektronik.

Seiring bersama perkembangan bisnis dan meluasnya kerja sama lintas negara, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan pegawai.

Namun, penguasaan bahasa Inggris tidak cuma berkaitan bersama pemahaman materi. Kepercayaan diri saat berbicara, menyampaikan ide, atau menjalankan presentasi di hadapan mitra asing juga menjadi tantangan tersendiri.

Melalui program pelatihan berbasis AI, pegawai dapat berlatih secara mandiri dan fleksibel. Teknologi ini menyerahkan umpan balik terkait pelafalan dan kefasihan berbicara berakibat peserta dapat mengevaluasi kemampuan mereka secara bertahap.

Kembangkan Talenta Berbasis AI

Memasuki fase kedua pada Agustus 2026, program ini menghadirkan fitur evaluasi berbasis AI yang menyerahkan umpan balik terhadap kemampuan berbicara peserta.

Senior Vice President People & Corporate Affairs Artajasa, Sandy Surya Nugraha, menyebutkan kerja sama tersebut merupakan untukan dari upaya korporasi meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *